Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Orang Tua Bisa Hentikan Spam untuk Anak

Orang Tua Bisa Hentikan Spam untuk Anak


- detikInet

Jakarta - Bagi para orang tua yang was-was akan jejalan spam yang tak senonoh, ada solusi yang mensyaratkan peran aktif anda. Caranya, daftarkan e-mail anak anda, sehingga terhindar dari spam yang berisi pornografi, obat-obatan terlarang, alkohol, rokok atau judi. Para orang tua bisa mendaftarkan alamat e-mail, nomor telepon, faksimili dan nomor pager anak ke pihak berwenang. Data yang terdaftar itu akan mendapat perlindungan khusus untuk menangkal spam liar. Pengirim spam yang tidak ingin terlibat masalah, harus menghindari alamat-alamat tersebut. Karena kalau tidak, denda puluhan juta rupiah akan dikenakan.Sayangnya layanan ini baru terbit di Michigan, Amerika Serikat. Ini merupakan layanan registrasi pertama di negara bagian tersebut, yang ditujukan untuk melindungi anak-anak dari spam yang tak pantas. Layanan ini bisa diikuti para orang tua dan guru, dengan biaya pendaftaran gratis.Seperti dilansir dari Associated Press dan dikutip detikinet, Sabtu (2/6/2005), pengiriman spam merupakan pelanggaran undang-undang. Di Michigan, mulai 1 Agustus nanti berlaku peraturan baru penentang spam. Menurut aturan ini, para pengirim spam akan dikenakan hukuman penjara selama tiga tahun atau denda sebesar US$30.000 (Rp 293 juta). Selain itu ada juga hukuman sipil yang menetapkan denda sampai US$5.000 (Rp 48 juta) untuk setiap spam yang dikirimkan. Spam atau e-mail sampah, merupakan e-mail yang dikirim terus-menerus ke alamat-alamat e-mail yang didapat dari berbagai sumber. E-mail ini dianggap sampah karena sering kali tidak diinginkan. Isinya berupa penawaran produk atau iklan berbagai materi mulai dari pornografi, narkotika, obat kuat, senjata, rokok, minuman beralkohol dan lain sebagainya.Menurut Gubernur Michigan, Jennifer Granholm, peraturan ini juga menjawab kekhawatirannya sebagai orang tua. "Sebagai orangtua, saya sangat khawatir dengan apa yang masuk ke account e-mail ketiga anak saya. Semoga hal ini akan dapat memecahkan masalah. Kami berharap, anak-anak hanya mendapatkan e-mail yang sesuai dengan usia mereka," paparnya. (epi/)




Hide Ads