Sun Pendekatan ke 2.500 Kampus Swasta
- detikInet
Jakarta -
PT Sun Microsystem ingin meniupkan semangat penggunaan software legal dengan melakukan pendekatan ke kampus. Dengan menyumbang lisensi software ke 2.500 perguruan tinggi swasta (PTS), diharapkan bisa jadi modal bagi mahasiswa untuk memakai software legal.Harry Kaligis, Business Development General Manager PT Sun Microsystems Indonesia mengatakan, penggunaan software legal perlu disosialisasikan. "Sun ingin semangatkan kampus dengan menggunakan software legal," katanya kepada wartawan di sela-sela seminar 'Sun Commitmen in Education and Research Industry' di Hotel InterContinental, Jakarta, Rabu (29/6/2005). Menurutnya, mahasiswa diharapkan bisa membedakan antara produk berlisensi, produk open source yang gratis dan produk open source yang dikomersialkan.Sun menyumbang lisensi software StarOffice 7.0 senilai US$ 20 juta melalui Asosiasi Perguruan Tinggi Seluruh Indonesia (APTISI). Bantuan tersebut ditujukan bagi perguruan tinggi swasta di seluruh Indonesia. PTS-PTS mana yang berhak mendapat bantuan tersebut, akan ditentukan APITISI. Kali ini bantuan ditujukan untuk PTS karena sebelumnya Sun telah memberi bantuan kepada 100 perguruan tinggi negeri. Bantuan yang diberikan adalah lisensi software StarOffice 6.0, yang diserahterimakan pada tahun 2003.Kenapa kampus? Kim Jones, Vice President Global Education and Research Line of Business PT Sun Microsystem menjelaskan, banyak teknologi bermula dari kegiatan di kampus. "Kerjasama pendidikan dengan kampus sangat penting buat kami," kata Jones. "Suatu saat nanti, salah satu dari mahasiswa itu yang akan mengembangkan teknologi," tambahnya.Bahkan menurutnya, perusahaan seperti Sun sendiri dan perusahaan jaringan seperti Cisco System, memunculkan idenya dari kampus. Dijelaskannya, nama Sun berasal dari nama kampus tempat CEO Sun Microsystem Scott McNealy kuliah, yaitu Stamford University.Bantuan tersebut disambut baik oleh pihak APTISI. Chairman APTISI, Dr. Suharyadi mengatakan, bantuan tersebut diharap bisa memicu kreatifitas mahasiswa. "Apapun solusi yang ditawarkan dan bisa terjangkau, akan kami terima," katanya.Bantuan tersebut diserahterimakan setelah penandatangan nota kesepahaman, yang berlangsung dalam kesempatan yang sama. Acara tersebut juga dihadiri perwakilan Direktorat Perguruan Tinggi (DIKTI).(Foto: Suharyadi, Ketua Umum APTISI, setelah menerima sumbangan software StarOffice dari Sun Microsystem. Fotografer:Detikinet)
(epi/)