Sensor di Sepatu, Pacu Anak Lebih Aktif
- detikInet
Jakarta -
Sebuah sepatu didesain khusus untuk memacu anak-anak agar tidak terlalu banyak menonton TV. Sepatu ini akan menghitung berapa langkah yang dihasilkan dalam sehari. Kalau kurang dari batas yang ditentukan, mereka tidak boleh nonton TV lagi.Sepatu yang disebut square-eyes ini, menggunakan sol yang dilengkapi sensor. Seperti dikutip dari BBC News, sensor tersebut menghitung jumlah langkah yang dihasilkan anak-anak, lalu mengkonversi data tersebut dengan waktu menonton TV.Sensor ini berisi dua bagian. Salah satunya akan menghitung jumlah langkah yang dihasilkan dalam sehari. Bagian lainnya berfungsi untuk mentransmisikan informasi tersebut ke base station yang terhubung ke pesawat televisi.Dari langkah yang dihasilkan, datanya lalu dipakai menghitung berapa lama si anak boleh menonton TV. Begitu waktu yang ditentukan habis, TV akan otomatis mati. Dan anak-anak harus kembali melakukan aktifitas fisik.Sepatu unik ini adalah karya Gillian Swan, mahasiswa desain tingkat akhir, dari Brunel University di London, Inggris. "Anak kecil jaman sekarang kebanyakan menghabiskan waktunya untuk menonton TV. Sepuluh tahun lalu, anak-anak lebih banyak aktif bermain di luar rumah, bersama teman-teman mereka. Sekarang mereka lebih sering berdiam diri di rumah, menghabiskan waktu berjam-jam untuk menonton TV," kata Swan."Square-eyes akan memacu anak-anak untuk selalu melakukan aktifitas fisik dalam keseharian mereka. Penting untuk membiasakan mereka melakukan hal itu sejak dini," imbuhnya.Konsep yang diusung sepatu ini bisa dibilang mirip seperti Pedometer. Di Inggris, alat penghitung jumlah langkah per hari ini, makin banyak digunakan anak-anak dan orang dewasa. Kebanyakan menetapkan target 10.000 langkah per hari.Square-eyes menetapkan terget yang lebih tinggi. Anak perempuan diharapkan bisa mencapai 12.000 langkah per hari, sementara anak laki-laki 15.000 langkah. "Anak yang lebih aktif, akan lebih mudah mencapai target ini," kata Swan.Menanamkan gaya hidup sehat sejak dini, harus mulai dibiasakan oleh para orang tua. Obesitas adalah ancaman anak-anak jaman sekarang yang lebih banyak hidup di tengah mainan yang serba digital. Di Inggris, angka obesitas terus meningkat. Pada tahun 1995 9,9 persen anak berusia dua sampai 10 tahun menderita obesitas, sementara tahun 2003 angkanya naik menjadi 13,7 persen. Square-eyes akan dipamerkan bersama dengan karya mahasiswa lainnya, di kampus Brunel minggu depan.
(nks/)