Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Sekolah Mulai Jajal Ujian Online

Sekolah Mulai Jajal Ujian Online


- detikInet

Jakarta - Ujian akhir atau ulangan digelar secara online? Mungkin di masa depan hal ini tidak lagi aneh. Tapi untuk saat ini, baru beberapa sekolah menengah yang menjajalnya. Ujian online yang akan dicoba masih terbatas pada kemampuan siswa menggunakan komputer, khususnya sistem operasi dan software dari Microsoft. Hal itu dikemukakan Bona Simanjuntak, pendiri lembaga pelatihan 'ICT Centre DKI Jakarta' kepada detikinet, Senin (02/05/2005). ICT Centre adalah lembaga yang menjalankan sistem untuk ujian online bagi siswa sekolah menengah ini. Menurut Bona, ujian yang diberikan bukan sekadar ujian 'level sekolahan' namun ujian tingkat industri."Soal ujian dibuat oleh guru dan diverifikasi oleh industri, sehingga lebih dari sertifikat yang ada di lembaga pelatihan lainnya. Karena memang ini langsung dari industrinya dan bersifat skill bukan profesi," tutur pria yang aktif mengajar di salah satu SMK di Jakarta ini. Hasil ujian tersebut, lanjut Bona, bukan hanya untuk mendapatkan nilai siswa di sekolah. "Hasilnya buat nilai di sekolah dan sertifikat skill dari Microsoft. Karena ini sertifikasi bersama dalam program partner in learning Microsoft," ia menambahkan.Jadi Perintis Ujian OnlineDalam waktu dekat, ujar Bona, materi ujian online akan diperluas. Salah satunya untuk kemampuan siswa menggunakan sistem operasi dan piranti lunak Open Source. Bona juga tidak menutup kemungkinan ujian dalam bidang non-komputer untuk dilaksanakan secara online. "Juga akan ada materi lainnya seperti materi pelajaran dan juga yang lainnya, setiap komunitas guru akan menggodok soal dan ditaruh di sana," paparnya. Sekolah yang dapat ikut serta dalam ujian ini adalah sekolah yang telah menyerahkan 'bank soal' untuk dijadikan soal ujian. "Jika ada siswanya yang mau, langsung daftar ke sekolah. Nanti guru mereka yang akan mengkoordinir dan ujian online ini dilaksanakan di sekolah masing-masing," papar aktivis ICT Watch ini.Menurut Bona sudah ada kurang lebih 15 sekolah yang terdaftar untuk mengikuti ujian online kemampuan Microsoft tersebut. Di antaranya adalah SMK Jayawisata 2, SMK Negeri 46 Jakarta, Pondok Pesantren Al Muhajirin, SMK Negeri 7 Samarinda, SMKN 1 Wonosobo hingga SMK TI Bina Generasi. Jumlah total murid yang berpotensi untuk mengikuti ujian ini ada pada kisaran 10 ribu siswa. "Hanya saja jadwalnya akan saling berbeda, agar tidak 'macet'," tutur Bona.Bagaimana kalau hasil ujian dihack? "Untuk keamanan sampai saat ini alhamdulillah kita masih bisa jaga. Namun tidak tertutup untuk hal tersebut dan kami justru memohon bantuan dari komunitas untuk menjaganya." tutur Bona. (wsh/)






Hide Ads