Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Setelah Sukses di Negeri Rantau
Para Pekerja TI India Akhirnya 'Mudik'
Setelah Sukses di Negeri Rantau

Para Pekerja TI India Akhirnya 'Mudik'


- detikInet

Jakarta - Dalam empat tahun belakangan, sekitar 25.000 pekerja bidang teknologi informasi (TI) asal India yang bekerja di Amerika Serikat (AS), pulang kampung. Mulai membangun kampung halaman?Gambaran tersebut dikemukakan National Association of Software and Service Company (Nasscom), kamar dagang India khusus untuk industri TI, seperti dikutip dari BBC News, Senin (2/5/2005). Tahun lalu saja, 40 persen dari para profesional TI India kembali ke tanah airnya.Sean Narayanan, Kepala Divisi di Cognizant, perusahaan penyedia layanan TI di AS, adalah salah satu profesional TI yang pulang kampung. Narayan memperoleh gelar Master dari Universitas Oklahoma dan sebelumnya bekerja untuk Firma Konsultan besar dan perusahaan teknologi di AS. Secara materi, bisa dibilang Narayanan sudah dalam kondisi berlebih. Rumahnya di Virginia, seluas lebih dari 1.000 meter persegi. Demikian halnya dengan Santanu Paul, yang sudah 13 tahun bekerja di Amerika Serikat. Pria ini meraih gelar doktor dari Michigan University, dan bekerja di IBM dan menjadi pimpinan di dua perusahaan TI yang baru berdiri. Mereka bisa dibilang orang-orang yang sukses di tanah rantau, namun begitu mereka tetap ingin kembali ke India. Rajesh Panicker, Vice President salah satu perusahaan di Bombai yang dulunya juga pernah 4 tahun di AS menagtakan, "rasanya seperti tinggal di Hotel Bintang Lima, tapi tetap bukan di rumah."Perekonomian India yang maju pesat, menjanjikan taraf hidup yang lebih baik. Orang-orang India yang sangat ketimuran, tetap mendambakan kepuasan emosional. Berada di dekat teman dan keluarga, adalah hal lain yang ingin mereka kejar. Mereka tetap ingin mendekatkan anak-anak mereka dengan akar budaya leluhurnya.'Makin Pintar'Profesionalisme India di dunia TI kini makin mantap. Ada gejala, kalau telah terjadi perpindahan 'kepintaran' dari AS ke India. Seperti disampaikan American Electronics Association, asosiasi dagang terbesar di AS menilai bahwa kecerdasan AS menurun sedangkan kecerdasan India meningkat. Tren ini, merupakan tantangan bagi kepemimpinan AS di bidang teknologi. "Kesenjangan teknologi antara Barat dan Timur, kini makin sempit," kata Arjun Kalyanpur, asisten Profesor di Yale University School of Medicine. Kalyanpur juga pulang ke India dan mendirikan perusahaan yang menyediakan layanan tele-radiological bagi rumah sakit-rumah sakit di India.Langkah para profesional TI India ini menjawab kekhawatiran pengamat, dimana India sempat dinilai salah strategi, karena terlalu berorientasi eksport. Hal tersebut sempat dilontarkan ketua Asosiasi Piranti Lunak Indonesia (Aspiluki), Djarot Subinatoro. "Ada satu kesalahan dalam perkembangan TI di India, dimana mereka terlalu berorientasi ekspor, sehingga lupa menggarap pasar dalam negeri," kata Djarot beberapa waktu lalu.Selama ini, India banyak mengirim pekerja TI ke negara-negara barat, dan karya-karya software India pun kebanyakan ditujukan untuk memenuhi keperluan ekspor.Warga India yang kini mudik, akhirnya menjumpai kekurangan di negeranya. Kurangnya infrastruktur, lingkungan yang tidak bersih serta masalah korupsi di India jadi keprihatinan mereka. Tetapi mereka yakin, semua itu hanya masalah waktu. Mereka merasa kembali pada waktu yang tepat, sebelum India jadi semakin parah. (nks/)





Hide Ads