Situs 'Brigade Istimata' Rinci Serangan ke Kedubes AS
- detikInet
Jakarta -
Mengapa Kedubes AS di Jakarta tutup? Mungkin situs 'Brigade Istimata' bisa menjawab. Situs itu memaparkan denah Kedubes AS dan kemungkinan serangannya. Amerika Serikat (AS) boleh saja dianggap paranoid. Buktinya, informasi dari sebuah situs bisa membuat Kedutaan Besar (Kedubes) AS di Jakarta tutup. Tutupnya Kedubes AS mulai terjadi Kamis (26/5/2005) hingga Selasa (31/5/2005).Memang tidak ada keterangan resmi yang menyatakan bahwa tutupnya Kedubes AS adalah akibat sebuah situs. Bahkan, menurut Wapres Jusuf Kalla, tutupnya Kedubes AS adalah sebab ancaman yang beredar melalui e-mail dan pesan singkat lewat ponsel. (Baca: Kedubes AS Tutup Gara-Gara E-mail dan Ponsel)Namun tidak tertutup kemungkinan bahwa AS menutup kantor diplomatisnya karena informasi pada situs tersebut. Keberadaan situs itu diketahui Associated Press Jumat (27/05/2005). Situs yang dimaksud berada pada alamat http://www.istimata.co.nr.Saat dikunjungi situs tersebut tidak bisa diakses. Keterangan yang ada menyebutkan bahwa traffic ke situs tersebut telah melebihi kuota. Tampak juga bahwa situs itu berada pada server gratis Yahoo Geocities.Informasi apa yang bisa membuat AS menutup Kedubesnya di Indonesia? Salah satu informasi pada situs tersebut adalah denah rinci Kedubes AS. Semua ruangan terlihat jelas dalam diagram tersebut, termasuk posisi gerbang detektor logam dan kamera pengawas. Lebih lanjut, terdapat instruksi untuk melakukan serangan ke Kedubes. "Cara efektif yang mungkin bisa dilakukan dengan menggunakan pelontar granat SPG7/SPG8 dengan menerobos area parkir dan meledakkannya disisi gedung yang bersebelahan dengan ruang duta besar," papar instruksi pada situs tersebut yang konon berasal dari Brigade Istimata, dikutip detikinet dari situs istimata.co.nr, Jumat (27/05/2005)."Penggunaan bom syahadah bisa dilakukan bilamana digunakan bahan bakar campuran rodex dan TNT seberat 150kg. (blasting impact mencapai lebih dari 30 meter)," lanjut instruksi tersebut.Istimata adalah nama situs yang rancangannya ditemukan dalam notebook Imam Samudera. Dalam situs tersebut sebenarnya tidak ada informasi yang menyebutkan bahwa Kedubes yang dimaksud adalah Kedubes AS di Jakarta. Namun penggunaan Bahasa Indonesia dan nama Istimata memicu kecurigaan lebih lanjut.Mungkinkah situs itu yang memicu penutupan Kedubes AS di Indonesia? Kenapa tidak?
(wsh/)