Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Kalau Mantan Raja Menulis Blog

Kalau Mantan Raja Menulis Blog


- detikInet

Jakarta - Norodom Sihanouk, mantan raja Kamboja, kini punya kegemaran baru menulis blog. Apa yang dituliskannya dalam blog tersebut? Mulai dari gay hingga politik.Di kancah politik dunia, Sihanouk mungkin bagaikan 'macan ompong'. Pada usia 82 tahun, mantan raja yang pernah jadi musuh Prancis dan Amerika Serikat ini sedang berjuang melawan kanker yang dideritanya. Namun bukan berarti ia harus melempem dalam berpendapat. Ucapan-ucapannya masih didengarkan oleh publik Kamboja dan sebagian dunia. Apalagi, ia punya media yang tepat untuk menghantarkan pikirannya. Kini ia boleh dibilang sebagai seorang blogger yang rajin menuliskan pikirannya untuk dibaca siapa saja di Internet.Menurut pemberitaan Associated Press, yang dikutip detikinet Senin (30/5/2005), Sihanouk telah menuliskan opininya di Internet selama tiga tahun belakangan. Situsnya menampilkan opini dalam berbagai bahasa. Mulai dari Prancis, Khmer dan Inggris. Situs mantan raja yang pernah menjadi presiden dan perdana menteri pada periode yang berbeda ini, mungkin tidak 'sehebat' situs blog yang ada saat ini. Namun Sihanouk cukup membuktikan dirinya mampu mengkomunikasikan pikirannya secara luas lewat Internet.Dari Pernikahan Gay Sampai PolitikBaru-baru ini Sihanouk mendapat sorotan setelah menyatakan dukungannya pada pernikahan sesama jenis. Konon ia juga mendapatkan e-mail cacian seputar dukungannya itu. "Terima kasih atas hinaan anda. Negara ini, Kamboja, telah memilih menjadi negara demokrasi liberal sejak 1993. Setiap warga negara, termasuk Raja, berhak mengutarakan pendapatnya secara bebas," demikian Sihanouk membalas e-mail cacian tersebut.Sihanouk juga pernah menulis soal seorang bintang film koboi Hollywood bernama Ken Maynard. "Ia adalah koboi 'pembela keadilan' idolaku. Ia menunggangi kuda putih yang tak tertandingi dan sepintar manusia serta sebaik malaikat," tulisnya dalam Bahasa Prancis yang diterjemahkan oleh AP. Di lain kesempatan ia menulis soal terbunuhnya seorang politisi Kamboja. Ternyata politisi tersebut dibunuh oleh istrinya sendiri, padahal Sihanouk hendak mengirimkan bantuan kepada sang janda. "Bantuan dari saya tidak bisa diberikan kepada sang janda, pembunuh suaminya sendiri," tuturnya.Namun, tidak semua tulisannya adalah tentang hal-hal 'ringan'. Ia kerap menuliskan kritik mengenai situasi politik Kamboja dengan nama pena Ruom Ritt. Tulisan-tulisan dengan nama Ritt tersebut kerap membuat merah kuping Perdana Menteri Hun Sen. Namun Ritt kini sudah 'tiada' setelah Hun Sen, mantan tentara Khmer Merah, mengungkap keinginannya agar Ritt menghilang. Sihanouk menyebut Ritt menjadi korban 'bom atom' yang membuat dirinya tak ingin menulis soal Kamboja lagi.Belakangan mantan pemimpin grup musik jazz itu menulis soal kanker yang dideritanya. "Bahkan hari ini, Jumat tanggal 13, saya belum menyadari kematian saya. Mungkin saya memang sudah mati. Tapi saya akan tetap percaya bahwa saya masih hidup," tulisnya menanggapi sebuah majalah di Kamboja yang sudah menyiapkan obituari dirinya. (wsh/)







Hide Ads