Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Proyek TI Pemilu akan Diperiksa KPK
Chusnul Hanya Mesem Dibilang Pantas Di-Mulyana-kan
Proyek TI Pemilu akan Diperiksa KPK

Chusnul Hanya Mesem Dibilang Pantas Di-Mulyana-kan


- detikInet

Jakarta - Chusnul Mar'iyah, anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang menjadi penanggung jawab sistem teknologi informasi Pemilu senilai 200 miliar rupiah, hanya tersenyum dan tidak berucap sepatah kata pun, ketika diminta tanggapannya mengenai dugaan bahwa dia pantas di-Mulyana-kan.Sudah lama Gedung KPU sepi. Apalagi begitu kasus suap Mulyana W Kusumah mencuat. Dalam dua hari ini, yang terlihat muncul di Gedung KPU pun hanya itu-itu saja, yaitu Ketua KPU Nazaruddin Sjamsuddin dan anggota Chusnul Mar'iyah.Selasa (19/4/2005), Nazar mampir sebentar ke KPU yang terletak di pinggir Jl Imam Bonjol itu. Pukul 9 kurang, dia meluncur ke Gedung KPK -- di Jl Veteran III dengan menumpang Kijang KPU berpelat merah -- untuk diperiksa sebagai saksi.Sedangkan Chusnul mendarat di KPU sekitar pukul 09.40 WIB. Dia menumpang sedan Nissan Sentra pelat hitam. Perempuan bergelar Doktor itu mengenakan kemeja lengan panjang dibalut jaket jeans dan pakai rok panjang.Begitu dia turun dari kendaraannya, 15-an wartawan segera memburunya. Beragam pertanyaan dihujankan ke Chusnul. "Bu, bagaimana dengan audit investigatif pada TI KPU?" Pertanyaan lainnya,"Bu, bagaimana dengan kasus suap Pak Mulyana?"Tapi Chusnul hanya diam saja. Dia menebar senyum dan mengabaikan pertanyaan wartawan. Bahkan dia sempat mengecoh wartawan dengan berjalan berputar-putar ketika hendak mencapai ruang kerjanya di lantai dua.Tiba di ruang kerjanya, Chusnul langsung masuk. Tapi para jurnalis tak juga kapok. Mereka mengetuk pintu akademisi UI itu. Setelah mengetuk -- tanpa menunggu dipersilakan -- jurnalis berbondong-bondong masuk ke dalam ruang kerja Chusnul. Saat itu Chusnul tengah duduk sambil mengutak-atik laptopnya. Lima belasan jurnalis kini berada di depannya dengan beragam pertanyaan. Tapi Chusnul tak juga menjawab sekata pun.Salah satu wartawan bertanya dengan lantang,"Bu, katanya Bu Chusnul pantas di-Mulyana-kan. Bagaimana komentarnya?"Mendengar pertanyaan menghujam itu, Chusnul berusaha sabar dengan tetap mengumbar senyum. Tapi dia memberi isyarat pada Andre, asistennya. Andre segera menerjemahkan isyarat bosnya. Wartawan pun diusir dari ruang kerja Chusnul. Ketika mencoba membuka pintu Chusnul lagi, pintu itu kini terkunci.Sekadar diketahui, saat dicecar pertanyaan oleh jurnalis pada Senin kemarin, Chusnul juga enggan berkomentar. Tapi kemarin masih ada kata yang meluncur,"Tanya saja ke Pak Ketua." Namun hari ini Chusnul diam seribu bahasa.Seperti diberitakan, ada lima proyek di KPU yang kini jadi sasaran audit investigatif BPK (Badan Pemeriksa Keuangan). Salah satunya adalah proyek pengadaan infrastruktur TI dimana Chusnul menjadi penanggung jawabnya. Lima proyek yang jadi sasaran audit investigatif BPK ini adalah:1. Pengadaan kotak suara, dengan ketua panitia pengadaan Mulyana W Kusumah2. Pengadaan infrastruktur TI dengan ketua panitia pengadaan Chusnul Mar'iyah3. Pengadaan formulir Pemilu 2004, dengan ketua pengadaan Daan Dimara4. Pengadaan tinta, dengan ketua panitia pengadaan Rusadi Kantaprawira5. Pengadaan surat suara, dengan ketua panitia pengadaan Mulyana W Kusumah (nrl/)







Hide Ads