Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Gunakan Berbagai Taktik
Sensor Web di Cina Rutin Dilakukan
Gunakan Berbagai Taktik

Sensor Web di Cina Rutin Dilakukan


- detikInet

Jakarta - Pemerintah Cina ternyata menempuh berbagai teknik untuk mengintai aktivitas para warganya di internet. Akses mereka ke situs-situs tertentu, dikontrol dan diblokir secara rutin.Hal tersebut diketahui dari hasil studi yang dilakukan kelompok peneliti dari Harvard University, University of Toronto dan Cambridge University di Inggris. Hasil studi tersebut mengungkap, para pengguna internet di Cina dilarang mengakses situs-situs yang berisi informasi tertentu seperti kemerdekaan bangsa Taiwan, gerakan Falun Gong, Dalai Lama dan tragedi Tiananmen Square yang terjadi pada tahun 1989.Studi tersebut mengevaluasi aktivitas internet di Cina selama beberapa tahun belakangan. Dari studi tersebut ditemukan, pemerintah Cina menerapkan cara-cara agresif untuk membuntuti aktivitas online warganya berikut situs-situs yang mereka kunjungi. Berbagai teknik pelarangan mulai dari pemblokiran kata kunci dan situs web tertentu, sampai mewajibkan Warung-Warung Internet (Warnet) untuk merekam setiap aktivitas pengunjung."Cina menerapkan teknologi yang paling ketat di dunia, dalam memfilter internet," kata hasil studi tersebut, seperti dilansir Washingtonpost.com, yang dikutip detikinet, Kamis (14/4/2005). Para peneliti mengungkapkan keprihatinan mereka, jika sistem penyensoran yang diterapkan Cina akan menjadi model yang dicontoh negara lain dalam mengendalikan arus informasi dari internet.Di Cina, meski menerima pengawasan secara ketat, penetrasi internet di negara ini cukup pesat. Sekitar 100 juta warga Cina melek internet, dan hampir setengahnya terhubung dengan koneksi berkecepatan tinggi.Dengan membandingkan berbagai metode penyensoran yang diterapkan, baik di dalam maupun di luar Cina, para peneliti menemukan titik-titik yang biasa diawasi.Berbagai perangkat filter ditempatkan di "backbone" utama pada jaringan internet. Perusahaan penyedian layanan internet juga memiliki skema pemfilteran sendiri. Beberapa mesin cari besar di Cina memfilter atau memblok kata kunci yang memungkinkan pengunjung untuk mengakses situs tertentu. Selain itu, software text messaging memiliki daftar kata kunci yang dianggap 'terlarang'. Sistem akan otomatis berhenti, begitu kata tersebut dipakai.Beberapa laporan mengenai aktivitas sensor yang berlangsung di Cina mengklaim, mereka memiliki sekitar 30.000 "polisi internet" yang mengemban tugas pengawasan ini. Akan tetapi, hal ini tidak berhasil dikonfirmasikan dari studi ini. Meski begitu, para peneliti berhasil mengungkap adanya 11 agen pemerintah yang saling berbagi informasi, untuk mengendalikan pengunaan internet di negara tersebut.Meski semua sistem blokir yang disiapkan pemerintah Cina ditujukan untuk menjaring arus informasi dari Taiwan dan Tibet, penjelajah internet Cina tetap memiliki akses ke pusat-pusat informasi negara barat.Studi tersebut juga mengungkap, pemblokiran berlangsung secara bergantian. Jadi tidak heran jika dalam waktu-waktu tertentu, situs CNN yang membahas tragedi Tiananmen Square dapat diakses. Usaha pemblokiran diarahkan utamanya untuk situs-situs yang ditulis dalam bahasa dan huruf Cina. (nks/)




Hide Ads
LIVE