Jawara Google Code Jam
Ikut Google atau Bikin 'Google' Indonesia?
- detikInet
Jakarta -
Ardian, orang Indonesia pemenang Google Code Jam di India, mendapat 'akses khusus' menjadi karyawan Google. Akankah tawaran itu diambilnya atau ia ingin membuat pesaing Google di Indonesia?Tanpa banyak gembar-gembor dan tanpa banyak publikasi, Ardian K. Poernomo memenangkan kontes Google Code Jam di India. Indonesia boleh berbangga karena posisi kedua juga diduduki oleh seorang mahasiswa asal Indonesia, Pascal Alfidian.Kontes tersebut adalah salah satu kontes paling bergengsi di dunia pemrograman software. Bagaimana persiapan Ardian menghadapi kontes tersebut? Berikut petikan wawancara detikcom dengan Ardian yang dihubungi lewat e-mail, Senin (10/04/2005). Bagaimana kesannya mengikuti Google Code Jam di India?Ya yang pasti seneng. Apalagi ketemu teman-teman lama dari Indonesia juga.Terus fasilitas dari panitia (Google) juga sangat memadai. Apakah untuk mengikuti GICJ ada persiapan khusus yang dilakukan?Persiapan yang khusus ya gak ada, tapi kalo latihan ya hampir tiap hari meskipun gak ada kontes juga latihan. Ya bisa dibilang hobi juga. Persiapan yang bisa dibilang khusus mungkin sehari sebelum berangkat ke India, hanya untuk ngilangin stress dan nambah kepercayaan diri. (Google, perusahaan situs mesin cari paling populer di Internet, membuka pintu lebar-lebar bagi jawara kontes tersebut. Sebuah peluang emas mengingat proses rekrutmen programmer di Google sangat ketat. Apa kata Ardian?)Setelah menjadi jawara di Google Code Jam, apakah ada niat untuk bergabung dengan Google?Hmmm belum sih, sekarang niatnya sekolah dulu. Tapi Google pasti jadi salah satu tujuan. Atau justru membangun pesaing Google di Indonesia?Wah, engga deh. Di Indonesia saluran internet aja kayak gitu, bagaimana mau bikin pesaing Google.(Kemampuan yang diperlombakan di Google Code Jam adalah kemampuan menyusun kode pemrograman (coding). Kontes itu hanya satu dari sekian banyak kontes 'favorit' yang digelar di dunia. Bagaimana prestasi Indonesia selama ini?)Secara umum, bagaimana kiprah coder Indonesia dalam event internasional? Event internasional yg diikuti Indonesia yang saya tahu sih hanya dua. Pertama, Olimpiade Komputer tingkat SMU dan perorangan. Prestasi Indonesia cukup bagus, cukup sering dapat medali. Dulu, tahun 2001, saya juga pernah ikut meskipun tidak dapat medali.Kedua, ACM - ICPC (The Association for Computing Machinery - International Collegiate Programming Contest -red.). Tingkat universitas, 1 grup 3 orang, yang rajin ikut ya Binus (Bina Nusantara -red.), Unpar (Universitas Parahyangan, Bandung -red.). Prestasinya ya masih segitu -segitu. Gak bisa dibilang jelek, tapi dibilang bagus juga hmm.. Apakah kualitas coder Indonesia sudah cukup baik?Wah, ya tergantung orangnya, banyak orang yang 'sangat' pintar, tapi lebih minat di bidang lain. Tapi secara garis besar sih, cukup baik. Buktinya di Google Code Jam kemarin ada tujuh orang Indonesia yang masuk final. Tiga berangkat dari Singapura, termasuk saya . Menilik dari prestasi yang berhasil diraih dalam Google Code Jam di India, bagaimana peran coder Indonesia untuk mengembangkan industri software di dalam negeri?Wah, kayaknya beda deh bidangnya. Google Code Jam ini lebih mengarah ke Research & Development. Jadi cara menyelesaikan masalah, cara coding yang efisien, dan lain-lain. Bukan jadi software engineer. Tapi yang pasti, kalau dari SDM-nya sih berkualitas. Tinggal menunggu kesempatan, pengalaman, dan lain-lain.Industri software seperti apa yang layak dikembangkan di Indonesia?Wah, tidak tahu. Tapi yang sekarang lagi ngetrend sih mobile.(Saat ini Ardian sedang menyelesaikan studi di Nanyang Technological University Singapura. Ia mengambil jurusan Computer Engineering.)Mengapa memilih kuliah di Singapura? Apakah pendidikan TI di Indonesia dirasakan kurang memadai?Apa maksudnya 'kurang' dulu? Dikatakan kurang juga tidak. Tapi diapa-apain juga masih lebih memadai di Singapura. Foto: Finalis Google India Code Jam 2005. Sumber:google.com/googleblog.
(wsh/)