Merasa Surga Lebih Dekat
Bangsa Cina Menyukai Ziarah Virtual
- detikInet
Jakarta -
Dewasa ini makin banyak masyarakat Cina yang menggunakan internet untuk berziarah ke makam para leluhur. Tren ini tampak jelas pada kesempatan-kesempatan tertentu, seperti "Festival Kunjungan Makam ".Di Cina, festival tahun ini jatuh pada hari Selasa (5/4/2005). Seperti dikutip dari AFP, agen berita Xinhua melaporkan, Cina sekarang memiliki 100.000 situs online yang menjadi media untuk kunjungan makam dan tugu peringatan. Tak heran jika situs semacam ini menjamur, karena faktor kesibukan dan keinginan untuk menghemat waktu, banyak masyarakat Cina yang memanfaatkan situs ini untuk berziarah. Melalui media ini, mereka tidak harus meninggalkan kantor untuk berziarah.Media berziarah secara online ini ternyata menyediakan fasilitas yang lengkap. Situs relijius ini memungkinkan para pengguna internet untuk mendedikasikan lagu, mempersembahkan anggur dan bunga, yang tentu saja semua dilakukan secara virtual. Tidak hanya itu, mereka juga bisa membakar lilin dan dupa untuk menunjukkan rasa duka cita bagi orang-orang yang telah meninggal, selama Festival Kunjungan Makam berlangsung. Saking akrabnya mereka dengan aktivitas ini, pengguna layanan ziarah virtual merasa bisa lebih dekat dengan surga."Mungkin dunia maya lebih dekat dengan dengan surga daripada dunia nyata," ujar Yang, seorang mahasiswa, yang saat itu sedang mengirim artikel online untuk mengenang almarhumah neneknya.Menjelang Festival Kunjungan Makam, angka kunjungan ke situs-situs makam dan tugu peringatan, meningkat hingga mencapai satu juta per hari.Para peziarah online Cina juga berkesempatan untuk memberikan penghormatan bagi para tokoh sejarah bangsanya, seperti Zhou Enlai atau Bapak Pendiri Cina Modern, Sun Yat Sen.Pemerintah Cina, yang terkenal ketat dalam mengontrol aktivitas online di negeri tembok raksasa itu, sangat mendukung kebiasaan ini. Mereka sangat menganjurkan ritual yang berlangsung secara online ini, karena pembakaran dupa secara maya dinilai lebih aman dibanding di dunia nyata. Alasannya, hal itu tidak mengakibatkan pencemaran udara sebagaimana yang terjadi di dunia nyata.
(nks/)