Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
ICT dan Perempuan
'Wanita Terjebak Stereotip ICT'
ICT dan Perempuan

'Wanita Terjebak Stereotip ICT'


- detikInet

Jakarta - Shinta Witoyo Dhanuwardoyo, CEO BuBu Internet, adalah salah satu praktisi TI yang gencar mempromosikan peran ICT untuk kaum hawa. Menurut Shinta, banyak perempuan yang terjebak stereotip bahwa komputer itu rumit. "Ya, perempuan sudah kena stereotype bahwa komputer itu rumit, jadi belum coba sudah males duluan," tuturnya dalam bincang-bincang dengan detikcom seputar ICT dan Perempuan, Jumat (24/03/2005). Selain itu, harga komputer dan koneksi internet di Indonesia dirasakan Shinta masih mahal. Hal itu menjadi kendala bagi banyak wanita untuk mengakses information and communication technology (ICT), atau dikenal juga dengan istilah Telematika. Shinta juga melihat adanya kendala bahasa dan awarenes di kalangan wanita Indonesia. Dua kendala ini menyebabkan partisipasi Indonesia di ajang edukasi internasional mengenai ICT masih sangat rendah.EmpowermentDi sisi lain, Shinta percaya bahwa edukasi ICT untuk perempuan bisa menghasilkan empowerment (memberi kekuatan -red.) pada wanita Indonesia. Namun ia menyayangkan masih sedikitnya pelatihan semacam itu yang dilakukan di Indonesia. Padahal, lanjut Shinta, sudah banyak perempuan Indonesia yang memanfaatkan ICT untuk berbagi ilmu. Salah satu contohnya ada di situs dunia-ibu.org. "Itu di lakukan oleh ibu-ibu muda, mereka saling membagi experience dan membuat mailing list. Mau tidak mau itu sudah melakukan pengembangan ICT di negara ini," pendiri Bubu Internet ini menjelaskan.Sebagai salah satu wanita yang berprestasi dalam bidang ICT, Shinta kerap diundang untuk memberikan pelatihan mengenai pemanfaatan ICT untuk perempuan oleh United Nations Economic and Social Commission for Asia and the Pacific (Unescap). Beberapa negara sempat didatangi Shinta untuk membagi ilmu mengenai ICT."Itu murid-murid saya ada yang orang pendalaman dan mereka bukan gaptek (gagap teknologi red.), they know internet! Masa' Indonesia enggak bisa begitu sih? Just need goverment to be more concern," tutur lulusan Universitas Oregon tersebut.Peranan pemerintah, lanjut Shinta, sangat diharapkan dalam hal ini. Pemerintah diharapkan bisa melakukan lebih banyak edukasi. "Bukan untuk orang-orang di kota saja, tapi di pedalaman bisa ditraining untuk memperdayakan wanita di ICT," ia menambahkan.Shinta juga melihat, edukasi harus dilakukan bersamaan dengan pembangunan infrastruktur. Terutama untuk daerah-daearh yang relatif belum terjangkau infrastruktur ICT. (wsh/)





Hide Ads
LIVE