Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
ICT dan Perempuan
Perempuan Jangan Cuma Jadi Objek ICT
ICT dan Perempuan

Perempuan Jangan Cuma Jadi Objek ICT


- detikInet

Jakarta - Kawasan teknologi, termasuk teknologi komunikasi dan informasi (Information and Communication Technology-ICT), masih sangat lekat dengan identitas maskulin. Perempuan sering kali hanya menjadi objek. Berbagai pihak memandang perlu untuk membuat perempuan agar melek TI, demi meningkatkan potensi bangsa.Dari segi kuantitas, jumlah perempuan lebih banyak dibanding laki-laki. Sensus yang dilaksanakan Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2000 menunjukkan, perempuan menempati porsi 51 persen dari total penduduk Indonesia. Memandang hanya dari segi kuantitas memang bukan ukuran yang tepat, tapi ini merupakan potensi besar jika jumlah sebanyak ini diberdayakan dengan baik.Demikian halnya dalam hal ICT, perempuan perlu lebih 'didekatkan' agar potensi besar ini tidak melulu menjadi objek."Selama ini, wanita hanya menjadi objek ICT. Ini hanya akan menjadikan perempuan sebagai pribadi yang konsumtif, tidak produktif," kata Irma Alamsyah Djaya Putra, Deputi I Bidang Pengembangan Informasi Kementrian Pemberdayaan Perempuan, kepada detikcom, Selasa (22/3/2005). "Saat ini, arus informasi sangat pesat dan datang dari berbagai sumber. Ini membutuhkan peningkatan kemampuan perempuan untuk menyeleksi informasi dan bagaimana memberdayakannya," kata Irma. "Ini penting agar wanita tidak ketinggalan, dan tidak hanya menjadi objek," imbuhnya.Disampaikan Irma, pihaknya saat ini memprakarsai berbagai program yang bertujuan untuk memperkenalkan perkembangan ICT. Menurutnya, kementrian Pemberdayaan Perempuan telah melangsungkan berbagai program pelatihan ICT untuk perempuan. Selain itu, kerjasama juga digalang dengan Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo).Deputi Sumber Daya Manusia Depkominfo, Kusumastuti, juga memandang perlu pemberdayaan perempuan dalam bidang ICT. Menurutnya, potensi perempuan sebenarnya tidak kalah dengan laki-laki, jadi jangan sampai ada kesenjangan dalam hal pemanfaatan ICT.Mengutip sebuah hasil survei, Kusumastuti mengatakan bahwa dari segi pengguna internet saja, jumlah wanita kalah jauh dibanding pria."Dari total pengguna internet, hanya 24,6 persen diantaranya yang bergender perempuan," katanya. "Padahal tidak ada yang menghalangi mereka untuk melakukan itu. Paling-paling hanya masalah budaya dan peluang saja," imbuhnya. Sebagai upaya nyata, Depkominfo melakukan sejumlah langkah seperti melakukan edukasi untuk menumbuhkan kepedulian di kalangan perempuan. Selain itu, pihaknya juga akan mengupayakan ketersediaan infrastruktur ICT sehingga memudahkan perempuan untuk mengaksesnya. (nks/)




Hide Ads