Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Kebanjiran SMS
SBY Harusnya Pakai Nomor Pendek
Kebanjiran SMS

SBY Harusnya Pakai Nomor Pendek


- detikInet

Jakarta - Meski memakai telepon genggam yang canggih, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tetap kewalahan menerima limpahan SMS yang masuk ke mailbox-nya. Harusnya SBY memakai nomor pendek (short number) dan sistem khusus yang mengatur agar SMS tidak selalu tersimpan di ponsel.Pernyataan tersebut disampaikan Usun Pringgodigdo, Manager Bisnis Multimedia Nokia Indonesia, saat dihubungi detikinet, Senin (13/6/2005). Menurutnya, niat baik SBY harusnya didukung sistem yang lebih siap. Menurut Usun, ponsel terkadang memiliki keterbatasan memori, sehingga jika SMS yang diterima sangat banyak biasanya SMS yang masuk berikutnya tidak bisa tertampung di memori. Dalam kondisi ini, ponsel biasanya mengeluarkan peringatan bahwa memorinya penuh, dan pesan-pesan lama yang masuk disarankan untuk dihapus.Agar tidak repot, Usun yang lama mengurusi masalah teknis di Nokia menyarankan, ponsel yang dipakai SBY dihubungkan ke komputer. "Nanti komputer yang memerintahkan agar SMS yang tersimpan di bufer (memori sementara-red) ponsel, dipindahkan ke komputer," papar Usun. "Jadi SMS yang diterima ponsel langsung disimpan ke komputer," imbuhnya.Usun juga menyarankan agar rencana SBY mendengar keluhan rakyatnya dipermudah dengan menyediakan nomor pendek. "Kalau pakai nomor pendek, biasanya yang bisa menghubungi nomor tersebut hanya nomor-nomor dari operator yang sama. Untuk itu nomor pendeknya dibuat sama untuk semua operator. Jadi ada satu nomor pendek yang bisa dipakai oleh setiap pengguna seluler," Usun menyarankan. "Ini seperti yang dipakai pada sistem polling di berbagai acara TV seperti AFI. Jadi terima ratusan ribu SMS pun tak masalah," sambungnya. Hal yang sama juga disampaikan pengamat telematika Roy Suryo. Roy menyayangkan kalau niat baik SBY hanya sekadar membuka layanan HP konvensional yang berakibat overflow atau bottleneck. "Harus ada hotline khusus alias server SMS berkapasitas besar. Nomor yang dipakai sebaiknya juga mudah diingat, misalnya 4 digit sehingga bisa multioperator dan tidak hang," Roy berujar.Sebelumnya dalam acara Pencanangan Revitalisasi Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan hari Sabtu (11/6/2005) di Jatiluhur, SBY mengumumkan nomor telepon genggam 0811109949. Nomor tersebut disiapkan agar masyarakat bisa menyampaikan keluhannya terhadap mutu layanan aparat. Setelah nomor tersebut diumumkan, ribuan SMS langsung dikirimkan kepada Presiden. Arus SMS paling banyak terjadi di Minggu (12/6/2005) pagi. Alhasil telepon genggam yang digunakan lumpuh, tidak mampu untuk memproses begitu banyak SMS dalam waktu bersamaan. (nks/)







Hide Ads