Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Menabur Limbah Elektronik, Apple Menuai Protes

Menabur Limbah Elektronik, Apple Menuai Protes


- detikInet

Jakarta - Para demonstran menuduh perusahaan komputer, Apple Computer, sebagai perusahaan yang tidak perduli lingkungan. Apple dituding telah membuang limbah elektronik secara sembarangan.Seperti dilansir NewsFactor, yang dikutip detikinet, Sabtu (23/4/2005), Steve Jobs, Chief Executiituve Apple, berapi-api membantah tudingan tersebut. Aksi protes dikoordinir oleh Koalisi Limbah Beracun Silicon Valey (Silicon Valley Toxics Coalition). Mereka menuding Apple menggunakan bahan beracun pada setiap produknya. Tuduhan lainnya, perusahaan pembuat komputer tersebut dianggap tidak perduli akan usaha daur-ulang monitor lama serta perangkat komputer lainnya.Puluhan anggota koalisi anti limbah ini, menyampaikan tuntutan mereka di kantor pusat Apple di Cupertino, Amerika Serikat. Mereka membawa papan bertuliskan "From iPod to iWaste". Yang maksudnya menyindir Apple karena telah begitu giat memproduksi perangkat digital, tapi tidak peduli pada sampah yang ditimbulkannya. Para demonstran yang mengenakan pakaian berbentuk perangkat pemutar musik digital iPod, melakukan aksi menjatuhkan diri ke tong sampah. Aksi senada juga dilakukan kelompok ini pada pameran MacWorld Januari lalu.Pembelaan Diri AppleSebuah yayasan peduli lingkungan, Green Century Funds, mengirim perwakilannya untuk langsung menanyai Jobs, mengenai respon yang akan dia berikan terhadap aksi protes tersebut. Jobs menanggapi, Apple adalah perusahaan pembuat komputer pertama yang berinisiatif mengadakan program daur-ulang. Dulu, Apple pernah dikritik sebagai perusahaan yang kurang agresif dalam hal daur-ulang sampah elektronik, dibanding Dell dan Hewlett Packard.Jobs juga menambahkan, program daur-ulang Apple telah diluncurkan tahun 2001, dan sejak itu pihaknya telah mendaur ulang lebih dari 1.500 ton sampah elektroniknya.Dalam setiap responnya, Jobs menunjukkan empati yang sangat besar pada produk iPod. Pasalnya, koalisi anti limbah tersebut menuduh iPod sebagai produk 'bom waktu' untuk kesehatan dan lingkungan. Karena ada bahan beracun yang terkandung di dalamnya. "Memang ada kandungan timbal sedikit. Tetapi saat ini perusahaan sedang berusaha untuk mengurangi penggunaannya. Dan pemakaian istilah 'bom waktu' sangat tidak dapat ditoleransi," ujar Jobs. Pemerintah Federal Turun TanganProtes keras yang dilayangkan pada Apple, bukan tidak mungkin akan menimpa perusahaan-perusahaan lain. Mengingat semakin banyak limbah elektronik yang memenuhi pusat pembuangan sampah.Dalam hal ini agen-agen pemerintah federal dan negara bagian ikut turun tangan. Mereka akan menilik kasus ini dari segi hukum. Sejatinya pernyataan ini dikeluarkan oleh Stampp Corbin, Chief Executive Columbus, sebuah perusahaan daur-ulang RetroBox, yang berbasis di Ohio, Amerika Serikat."Ada lebih dari 50 peraturan yang berkaitan dengan limbah elektronik. Dan ini masih menjadi masalah," katanya. "Bisa dibayangkan, betapa rumitnya kasus ini kalau peraturannya jadi sebanyak itu."Oleh karena itu, sekarang banyak perusahaan mulai menyelidiki cara yang lebih baik untuk pembuangan dan pendaur-ulangan limbah pabrik. Corbin mengatakan, isu lingkungan dan keamanannya menjadi dua komponen utama yang menggerakkan aksi tersebut. "Tidak ada seorang pun yang mau tanahnya dipenuhi barang-barang rongsokan," tegasnya pedas. (nks/)




Hide Ads