BERITA TERBARU
Kamis, 15 Feb 2018 06:37 WIB

Ketakutan Intelijen AS Terhadap Ponsel China

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Foto: Huawei Honor 8 (dok. Huawei) Foto: Huawei Honor 8 (dok. Huawei)
Jakarta - Jika (dulu) di Indonesia banyak orang takut terhadap ponsel bikinan China karena dianggap cepat rusak, sejumlah badan intelijen di Amerika Serikat pun punya ketakutannya sendiri terhadap 'pocin'.

Ada enam agensi intelijen utama di AS yang memperingatkan warga Negeri Paman Sam itu untuk tak menggunakan produk dan layanan dari Huawei dan ZTE -- keduanya berasal dari China --. Agensi-agensi tersebut antara lain adalah FBI, CIA, NSA dan National Intelligence.

Saran ini dikeluarkan dalam rapat dengar pendapat dengan Senate Intelligence Committee, Selasa (13/2/2018) lalu. Dalam pernyataannya, direktur FBI Chris Wray menyebut pemerintahan sangat memperhatikan risiko yang sangat tinggi akibat membolehkan perusahaan yang memperlihatkan kapasitasnya untuk melakukan spionase untuk beroperasi di AS.

Peringatan ini sebenarnya bukan hal baru. Komunitas Intelijen AS sudah lama memperlihatkan sikap anti Huawei tersebut. Bahkan sebelumnya Huawei pernah diblokir untuk bisa mengikuti kontrak kerja dari pemerintahan AS pada 2014, demikian dikutip detikINET dari The Verge, Kamis (15/2/2018).

Pemerintah AS pun saat ini tengah mempertimbangkan undang-undang yang membolehkan pemerintah untuk melarang karyawan pemerintahan menggunakan ponsel bikinan Huawei dan ZTE. Politisi di AS sendiri sudah mencap Huawei sebagai kaki tangan pemerintahan China.

Dalam pernyataan resminya Huawei menyebut kalau mereka menyadari banyaknya penolakan dari pemerintah AS terkait bisnis Huawei di Negeri Paman Sam. Namun, Huawei menyebut perusahaannya sudah dipercaya oleh pemerintah dan banyak konsumen di 170 negara di seluruh dunia dan tak menimbulkan risiko keamanan cyber lebih tinggi dibanding vendor lain. (asj/afr)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed