Rabu, 14 Feb 2018 21:57 WIB

Ini Bedanya Generasi 80-an dan 90-an di Medsos

Muhamad Imron Rosyadi - detikInet
Foto: Rachman Haryanto/detikINET Foto: Rachman Haryanto/detikINET
Jakarta - Milenial sudah sangat dikenal erat dengan media sosial dan platform online lainnya. Namun bagaimana sebenarnya mereka memanfaatkannya?

Tidak hanya menyandang status sebagai demografi terbesar di Indonesia, sekitar 84 juta (33%) dari total 255 juta penduduk berdasarkan data Bappenas pada 2015, milenial juga menarik banyak perhatian karena mereka seakan menguasai berbagai platform online saat ini.

Hal tersebut disebabkan karena mereka tumbuh seiring dengan perkembangan teknologi, sehingga mereka sudah terbiasa dengan internet dan berbagai hal yang disediakan di dalamnya.

Tidak hanya terbiasa, namun juga mereka memiliki keunikan tersendiri sesuai dengan kepribadian mereka dalam memanfaatkan internet, dengan salah satu yang utama adalah media sosial.

Devi Attamimi, Executive Director of Strategy Hakuhudo Network Indonesia, mengatakan bahwa generasi millenial ternyata memiliki kebiasaan yang berbeda dalam penggunaan media sosial.

Ia membagi milenial menjadi dua kategori, yaitu yang kelahiran di dekade 80-an dan 90-an. Menurutnya, para milenial kelahiran 1980-an merupakan seorang kurator, sedangkan yang lahir pada 1990-an lebih bersifat konvergen.

"Orang-orang yang lahir di era 80-an lebih cenderung memilah-milah dan membandingkan hal-hal yang ada di kehidupan nyata dan internet," ujarnya saat dijumpai dalam Ciputra Artpreneur Talk di Jakarta, Rabu (14/2/2018).

Ia memberi salah satu contoh bahwa, berdasarkan hasil survei yang dilakukannya, para kelahiran 80-an lebih suka melakukan riset terlebih dahulu ke toko fisik mengenai suatu produk, walaupun pada akhirnya mereka cenderung membelinya lewat internet.

Satu hal yang dilihatnya dalam fenomena ini adalah mereka lebih menghidari risiko dari berbelanja secara online, sehingga merasa perlu untuk mengumpulkan informasi yang dibutuhkan terlebih dahulu.

Menariknya, hal tersebut justru berbanding terbalik dengan para milenial kelahiran 90-an. Devi mengatakan bahwa mereka justru seakan tidak peduli dengan risiko, dengan satu-satunya riset yang dilakukan adalah membandingkan harga di berbagai aplikasi e-commerce melalui smartphone.

"Jika mereka tidak suka, maka mereka tinggal menjualnya," ucapnya.

Selain itu, perbedaan besar lain yang tampak antara orang-orang kelahiran 80-an dan 90-an dalam menggunakan media sosial adalah pilihan mereka dalam menampilkan diri sendiri.

"Kelahiran 80-an cenderung merasa ingin tampil sempurna di setiap unggahannya, sedangkan kelahiran 90-an lebih berani dalam mengekspresikan dirinya di media sosial," tutur Devi.

Ia menambahkan, hal tersebut menimbulkan kebutuhan yang cukup besar dari kelahiran 80-an terhadap aplikasi penyunting foto dalam upaya untuk mendapat filter yang bagus.

Sedangkan kelahiran 90an bisa dikatakan menciptakan tren tersendiri dengan memunculkan tagar seperti #bareface maupun #nomakeup dalam unggahan di Instagram. Meski begitu, bukan berarti dua bagian dari generasi milenial ini berbeda sama sekali.

Berdasarkan keterangan dari Devi, kedua kategori ini bersuara sama saat ditanya mengenai transformasi teknogi yang paling berpengaruh dalam mengubah hidup mereka, yaitu kehadiran transportasi digital dan media sosial. (fyk/rou)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed