BERITA TERBARU
Rabu, 14 Feb 2018 18:35 WIB

Mudah Jadi Orang Terkenal Berkat Media Sosial

Muhamad Imron Rosyadi - detikInet
Ilustrasi. Foto: Ari Saputra Ilustrasi. Foto: Ari Saputra
Jakarta - Saat ini, menjadi selebritas tak cuma dimonopoli orang yang sering tampil di layar televisi, namun juga oleh mereka yang rajin wara-wiri di layar gadget.

Dengan pertumbuhan media sosial yang terbilang progresif di Indonesia, bahkan disebut sebagai salah satu pasar paling potensial di Asia, membuat banyak orang memanfaatkan berbagai platform online untuk menjadi terkenal.

Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) pada 2016, 132,7 juta masyarakat Tanah Air merupakan pengguna internet, dengan tiga media sosial yang paling banyak digunakan adalah Facebook (71,6 juta), Instagram (19,9 juta), dan YouTube (14,5 juta).

Istilah KOL (Key Opinion Leader), atau sering disebut juga sebagai influencer, pun tidak hanya menjadi sebuah penjelasan di dalam buku teori, namun juga telah berevolusi sebagai pekerjaan bagi para penggila media sosial.

Seorang kreator konten bernama Aoura Lovenson Chandra mengatakan bahwa kini para KOL seakan menjadi primadona, baik di luar, terlebih di dalam negeri.

Hal tersebut ditunjukkannya dengan berbagai pemberitaan di media, terutama yang berbasis online, mengenai apapun yang dilakukan oleh mereka. Selain itu, fenomena micro influencer juga akan semakin menjamur di 2018 ini, karena kedekatan dengan para pengikutnya.

"Para micro influencer cenderung lebih dekat dengan follower-nya. Mereka berbicara menggunakan bahasa yang sama, mempunyai minat yang sama, hingga memiliki selera humor yang sama," tuturnya dalam Ciputra Artpreneur Talk 2018, Rabu (14/2/2018).

Sesuai namanya, meskipun sama-sama berperan sebagai penebar pengaruh kepada pengguna media sosial, micro influencer memiliki jangkauan dan followers yang lebih sedikit dari KOL.

Aoura menakar jumlah pengikut micro influencer di media sosial berada di kisaran seribu hingga seratus ribu. Meskipun begitu, ia mengatakan bahwa banyak kelebihan yang ditawarkan oleh micro influencer dibanding KOL yang sudah memiliki nama besar.

"Mereka cenderung mengunggah hal-hal yang sangat dipahami dan disukai, yang otomatis menghadirkan followers dengan minat yang sama. Hal ini membuat mereka dapat menyasar pasar secara spesifik yang diincar oleh berbagai produk," ujarnya.

Selain itu, karena belum memiliki nama yang terlalu besar, hal tersebut membuat micro influencer menghabiskan dana lebih sedikit dibanding harus menggaet KOL.

Menjamurnya profesi keduanya membuat tingkat kompetisi yang dihasilkan otomatis menjadi lebih ketat. Lalu, apa yang harus diperhatikan dalam membuat konten bagi para penggila media sosial?

"Yang pertama adalah nilai yang diberikan kepada audiens, apa itu berupa nilai intelektual, aspirasional, emosional, sosial, maupun hiburan," kata Aoura menerangkan.

Selain itu, ia melanjutkan bahwa emosi yang dihasilkan pasca melihat konten, rasa penasaran penonton setelahnya, serta kualitasnya yang sepadan dengan waktu yang dihabiskan oleh para pemirsa menjadi hal-hal yang patut diperhatikan dalam membuat konten. (fyk/rou)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed