Minggu, 11 Feb 2018 15:09 WIB

Uber Serius Bikin Taksi Terbang, Kapan Mengudara?

Muhamad Imron Rosyadi - detikInet
Mobil otonom Uber. Foto: Jeff Swensen - Gettyimages Mobil otonom Uber. Foto: Jeff Swensen - Gettyimages
Jakarta - Wacana seputar taksi udara Uber terus berputar. Perusahaan ride sharing asal Amerika Serikat ini berjanji akan mewujudkannya pada 2025.

Uber bekerja sama dengan Bell Helicopter, perusahaan manufaktur asal Texas, Amerika Serikat, untuk coba merevolusi transportasi massal melalui usaha mereka dalam mewujudkan taksi udara pertama di dunia.

"Taksi udara adalah sebuah perkembangan dalam industri kami, dan ini menjadi sangat penting dalam memastikan bahwa kami merupakan bagian dari inovator yang berpikir seperti inilah transportasi dalam 10-20 tahun ke depan," ujar Patrick Moulay, Executive Vice President Global Sales and Marketing Bell Helicopter.

"Kita memang tidak akan melihat taksi mengudara besok, namun ini akan lebih dekat dari bayangan orang pada umumnya," katanya menambahkan.

Moulay juga mengatakan bahwa teknologi yang ada sudah memungkinkan masyarakat untuk memesan helikopter lewat aplikasi. Ia merujuk pada salah satu layanan Uber yang bernama Uber Chopper.

Layanan ini dulu masuk ke Indonesia pada 2015 lewat kerja sama antara Uber dengan PremiAir sebagai pihak penyedia armada helikopter.

"Kami percaya bahwa taksi udara ini akan hadir di pertengahan 2020-an, atau mungkin pada 2025," ujarnya, seperti detikINET kutip dari Bloomberg, Minggu (11/2/2018).

Sebagai penyedia helikopter untuk kebutuhan komersial maupun militer, Bell diharapkan mampu mempercepat implementasi teknologi vertical take-off and landing (VTOL) pada taksi terbang agar dapat diproduksi dalam skala besar.

Sejatinya, isu mengenai kerja sama antara keduanya sudah berhembus sejak April 2017 lalu, saat Mitch Snyder, CEO Bell, saat itu mengatakan bahwa ia sangat antusias jika perusahaannya dapat berkolaborasi dengan Uber dalam pengembangan ide taksi terbang.

Sebelumnya, Uber juga sudah sempat menjalin kerja sama dengan beberapa nama di bidang manufaktur, seperti Aurora Flight Sciences, Pipistrel Aircraft, Embraer SA, dan Mooney International Corp.

Kolaborasi tersebut dilakukan untuk melancarkan usaha menggelar demonstrasi mobil terbang di Dallas dan Dubai pada 2020 mendatang melalui inisiatif bernama Uber Elevate. Dalam inisiatif tersebut, Uber turut menggandeng NASA untuk membantu dalam pengembangan proyek mobil terbang agar dapat mengudara di ketinggian rendah. (fyk/fyk)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed