Sabtu, 10 Feb 2018 19:22 WIB

NASA Sebut Tesla Roadster Tak Akan Sampai ke Mars

Muhamad Imron Rosyadi - detikInet
Foto: YouTube Foto: YouTube
Jakarta - Setelah mengumumkan bahwa Tesla Roadster dan Starman sukses melewati proses terakhir dalam upayanya mengarungi luar angkasa, Elon Musk mengatakan bahwa pasangan tersebut dapat terbang melintasi orbit Mars hingga mencapai sabuk asteroid.

Ungkapan pria berjuluk 'Iron Man' tersebut memang terdengar menarik, terlebih jika duo 'awak' yang diterbangkan dari roket Falcon Heavy milik SpaceX benar-benar bisa melakukannya. Walau begitu, NASA justru mengatakan hal yang sebaliknya.

Jet Propulsion Laboratory (JPL), pusat penelitian terhadap eksplorasi robot di tata surya dan salah satu bagian dari NASA, telah mengumpulkan data dari SpaceX terkait dengan Tesla Roadster.

Berdasarkan data tersebut, mereka memperkirakan bahwa mobil listrik ini akan tetap lebih dekat ke Matahari, dengan titik terjauh yang dapat dicapainya berada di kisaran 250 juta kilometer dari pusat tata surya, kurang lebih seperti jarak rata-rata antara Bumi dengan Mars.

Prediksi tersebut pun turut diamini oleh Jonathan McDowell, ahli astrofisika dari Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics, setelah ia melihat data yang sama dari Tesla Roadster.

Starman mengendarai Tesla Roadster di luar angkasa.Starman mengendarai Tesla Roadster di luar angkasa. Foto: YouTube

Nantinya, menurut NASA, mobil listrik ini akan mencapai titik terdekatnya dengan Matahari pada November mendatang. Lalu, pada September 2019, Roadster akan menyelesaikan satu putaran penuh untuk pertama kalinya terhadap Matahari.

Diperkirakan, Roadster dapat melengkapi satu orbit penuhnya terhadap pusat tata surya tersebut setiap 19 bulan, atau sekitar 1,58 kali lebih lama dari Bumi.

Tentunya, pernyataan tersebut masih berdasarkan pada proyeksi saat ini, sehingga masih dapat berubah sewaktu-waktu.

"Masalahnya adalah cukup sulit untuk memprediksi bagaimana orbitnya akan berkembang," ujar Marco Langbroek, ahli antariksa spesialis pelacak asteroid, seperti detikINET kutip dari CNN, Sabtu (10/2/2018).

Di samping itu, para ahli astronomi memperkirakan bahwa Roadster akan semakin menjauhi Bumi pekan depan, hingga teleskop pun tidak dapat melacaknya.

Foto: YouTube

Mereka pun menyuarakan untuk dapat mengambil beberapa gambar yang bagus dari mobil listrik tersebut sesegera mungkin.

Berdasarkan proyeksi orbit yang kemungkinan dilintasi oleh Roadster, serta membandingkannya dengan lintasan Bumi, para ahli astronomi bisa jadi tidak dapat melihatnya lagi hingga akhir abad 21.

Terkait dengan hal tersebut, berdasarkan perhitungan yang dibuatnya, Langbroek sempat memprediksi Roadster baru akan terlihat kembali pada 2073.

Menariknya, tak lama setelah ia mengemukakan hal tersebut, Langbroek justru mengatakan bahwa jalur yang dilewati oleh Roadster terlalu 'buruk' untuk membuat prediksi yang dapat diandalkan.

"Pada saat itu, sangat mungkin Roadster akan dianggap sebagai asteroid, meskipun para ahli astronomi masih dapat mengetahuinya dengan menganalisis orbit, perilaku, dan tingkat kecerahannya," kata Langbroek.

Foto: YouTube

Untuk menghindari kebingungan yang dapat terjadi tersebut, NASA mengumumkan bahwa Roadster sudah dimasukkan ke dalam katalog objek buatan di angkasa, sebagaimana disebutkan oleh Dwayne Brown, Senior Communications Official NASA.

Sedangkan McDowell mengatakan bahwa para astronomer tidak perlu mengkhawatirkan hal tersebut karena ia memperkirakan pada akhir abad ini ras manusia sudah dapat melakukan kolonisasi menuju planet lain di tata surya.

"Para suksesor Elon Musk pun nantinya akan dapat menarik Roadster kembali untuk dimasukkan ke dalam museum," ujarnya. (mag/mag)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed