Bill Gates Siap Bantu Majukan Teknologi Vietnam
- detikInet
Jakarta -
Pendiri Microsoft, Bill Gates, menyampaikan kebersediaannya membantu Vietnam memajukan teknologi informasi bagi sekolah-sekolah dan kalangan bisnis, di negara tersebut. Misi penting lainnya adalah untuk meningkatkan perlindungan hak cipta. Kesepakatan tersebut merupakan hasil pertemuan Perdana Menteri Vietnam Phan Van Khai dengan Bill Gates. Dalam pekan kunjungannya ke Amerika Serikat, di hari kedua Khai memenuhi agendanya untuk bertemu dengan orang nomor satu di Microsoft.AFP yang dikutip detikinet, Selasa (21/6/2005) melansir, dalam nota kesepahaman dengan Dewan Perdagangan dan Industri Vietnam (Vietnam Chamber of Commerce and Industry - VCCI), Microsoft menyatakan dukungannya terhadap penggunaan teknologi informasi dan komunikasi bagi kalangan bisnis serta perlindungan terhadapi Hak atas Kekayaan Intelektual (HaKI).Juru bicara perusahaan software tersebut menambahkan, kesepahaman antara kedua belah pihak juga menyertakan dukungan terhadap dewan untuk melatih dan mengembangkan lebih banyak perusahaan-perusahaan TI di Vietnam. "Microsoft juga akan mendukung praktek-praktek terbaik dalam perlindungan kekayaan intelektual dan penggunaan solusi TI," katanya.Sekitar 160.000 perusahaan Vietnam yang tergabung di VCCI, ingin agar Microsoft medukung program lima tahunan yang bertujuan untuk memajukan TI bagi kalangan bisnis Vietnam.Nota kesepahaman kedua ditandatangani oleh Microsoft dan Departemen Pendidikan dan Pelatihan Vietnam. Kesepakatan ini menggarisbawahi kebutuhan akan adanya penghapusan lisensi pada komputer bekas yang didonasikan ke sekolah-sekolah Vietnam. Hal ini diharapkan dapat memberi kesempatan yang lebih besar bagi para siswa, untuk dapat menikmati perangkat teknologi.Kedua belah pihak juga sepakat bahwa Microsoft akan memberi potongan harga pada aplikasi-aplikasi dasar untuk pendidikan. Hal ini dicapai melalui skema lisensi school agreement tersentralisasi, dan memberi pelatihan teknologi komputer bagi guru dan siswa.Microsoft yang memiliki kantor perwakilan di Vietnam, tahun ini mengenalkan paket bahasa Vietnam untuk sistem operasi Windows dan Office.PM Khai, adalah pimpinan delegasi yang terdiri dari 200 orang, termasuk lima menteri. Rombongan tiba di Seattle, Minggu (19/6/2005), yang merupakan kunjungan pertama bagi pemimpin Vietnam untuk datang ke Amerika Serikat, paska Perang Vietnam yang berakhir 30 tahun lalu.
(epi/)