"Indonesia kita negeri permai, rakyatnya senyum nggak pernah lesu. Untuk menciptakan pemilu damai, ayo lawan berita palsu," ucap Rudiantara yang disambut tepuk tangan hadirin yang mengikuti deklarasi internet bebas hoax di Pilkada 2018, Jakarta, Rabu (31/1/2018).
Setelah itu, Rudiantara melanjutkan lagi pantun berikutnya, "Sayur bayam sayur labu, dimasak enak istri nan ayu. Terima kasih KPU dan Bawaslu, bersama menjaga bersihnya pemilu," kata Menkominfo lagi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada kesempatan ini, Rudiantara menegaskan agar penyedia layanan berbasis internet tersebut dapat cepat melakukan take down atau menurunkan konten negatif di platform.
"Jadi, tidak ada alasan bagi platform yang diminta oleh KPU atau Bawaslu," ujar Rudiantara.
Mengenai proses take down yang berkaitan dengan Pilkada 2018 ini, Dirjen Aptika Kementerian Kominfo Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan prosesnya tidak perlu melalui Kominfo dulu, baru ke platform internet.
Melainkan, ketika ada laporan konten negatif di platform tertentu yang dilaporkan oleh pemilih maupun peserta pemilu ke Bawaslu, maka Bawaslu bisa langsung meneruskan ke penyedia layanan yang dimaksud.
"Bawaslu bisa langsung ke platform, tidak perlu lagi ke Kominfo, memang Kominfo tahu soal Pemilu? Dengan kerja sama ini Bawaslu bisa koordinasi dengan penyedia layanan. Sehingga tidak butuh waktu lama untuk menurunkannya," tutur Semuel. (fyk/rou)