Minggu, 28 Jan 2018 21:40 WIB

Creativepreneur Corner 2018

Jadi Pengusaha atau Politisi? Ini Kata Putra Sulung Jokowi

Rois Jajeli - detikInet
Foto: Dhani Irawan/detikcom Foto: Dhani Irawan/detikcom
Jakarta - Banyak pilihan bagi anak muda di era milenial saat ini. Mereka bisa memilih menjadi creativepreneur bagi yang ingin berbisnis. Tapi ada juga tawaran menggiurkan dari partai politik untuk menjadi politisi. Bagaimana menurut pandangan dari Gibran Rakabuming Raka, putra sulung Presiden Joko Widodo?

"Dunia industri kreatif di Indonesia sangat bagus. Orang-orang sudah memanfaatkan aplikasi, memanfaatkan sosial media, itu bagus," ujarnya di JX International, Surabaya, Minggu (28/1/2018).

Selain tawaran di dunia industri kreatif, banyak parpol yang menawarkan anak muda untuk menjadi politisi. Kata Gibran, bisa menjadi creativepreneur, juga bisa menjadi politisi.

"Ya nggak apa-apa. Berpolitik ya berpolitik yang santun. Jadi entrepreneur jadi yang bersih. Itu saja," pesannya.

Jadi Pengusaha atau Politisi? Ini Kata Putra Sulung JokowiFoto: detikINET/Fino Yurio Kristo


Ditanya, apakah Gibran ini tetap menjadi entrepreneur di bidang katering dan martabak. Atau memilih menjadi politisi. "Nggak. Nggak berbakat saya berpolitik," ujarnya.

Apakah orang tua memperbolehkan Gibran terjung di bidang politik. "Dibolehin. Tapi saya nggak mau. Bukan bakat saya saja," pungkasnya.

Gibran sendiri ikut jadi salah satu pembicara di ajang Creativepreneur Corner 2018. Selain dia, ada juga pembicara lain seperti Walikota Surabaya Tri Rismaharini, CEO CT Corp Chairul Tanjung, pendiri 8wood Alice Norin, penyanyi Vidi Aldiano, dan Chef Andrian Ishak.

Kemudian ada penulis dan fillmmaker Raditya Dika, CEO Layaria Dennis Adishawara, Prasetyo Andy Wicaksono selaku pendiri Code of Indonesia, dan CEO Kibar Yansen Kamto sebagai moderator.

Di akhir perbincangannya dengan moderator, Gibran pun ikut berpesan kepada seribuan peserta yang hadir di acara itu, untuk tetap kreatif dan inovatif. "Semoga event ini memberikan inspirasi. Pokoknya kreatif, inovatif. Itu saja kuncinya," pungkasnya. (rou/rou)
Foto: Dhani Irawan/detikcom
Foto: Dhani Irawan

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed