Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Teknologi Layar Sentuh Sembuhkan Si Pikun

Teknologi Layar Sentuh Sembuhkan Si Pikun


- detikInet

Jakarta - Komputer layar sentuh atau touch screen ternyata membawa banyak manfaat untuk para penderita dementia atau yang lebih dikenal dengan pikun. Kok bisa?Computer Interactive Reminiscence and Conversation Aid (Circa)--sebuah layanan bantuan pengobatan bagi penderita dementia-- menyediakan paket klip film, musik, dan foto yang diharapkan dapat menggugah ingatan penikmatnya. Agar lebih memudahkan, konten tersebut dikemas sedemikian rupa sehingga dapat dimainkan lewat touch screen. Terapi ingatan untuk para penderita dementia sangatlah penting. Biasanya terapi ini dilakukan oleh para perawat atau pihak keluarga, sementara Circa membantu pengobatan secara individual dan mandiri. Setiap individu dapat memilih klipnya sendiri-sendiri yang sekiranya dapat mengingatkan dia akan ingatan dan percakapan-percakapan yang dilakukan di masa lalu. "Kami berusaha untuk mencari cara agar bisa masuk ke ingatan mereka, dan menggunakannya sebagai bahan pembicaraan dengan para perawat. Hal ini tentunya dapat meminimalkan beban ingatan yang sedang berjalan," ujar Dr. Arlene Astell, pengajar St. Andrews University, seperti dilansir BBC News dan dikutip detikinet Jumat (17/6/2005). Tim yang mengurusi masalah pengobatan bagi penderita dementia sebetulnya sudah mengembangkan dan mengetes sistem tersebut selama tiga tahun. Kini mereka juga masih melakukan hal itu namun berusaha menciptakan sistem di mana penderita dapat menggunakannya secara mandiri. Tim medis dari St. Andrews University juga berharap Engineering and Physical Sciences Research Council (EPSRC) -- sebuah badan riset yang disokong dana para donor dapat segera didirikan -- agar segera membantu orang-orang dengan kesulitan belajar dan yang mengalami cidera kepala. Teknologi touch screen ini dapat membantu penderita untuk mengingat kembali hal-hal yang telah dan sedang dibicarakan pada suatu percakapan. Pasalnya penderita dementia sangat sulit untuk mengingat apa yang sedang mereka bicarakan, kata Arlene lagi. Kadang kesulitan mengingat ini menimbulkan frustasi tidak hanya bagi penderita saja, tetapi juga bagi para perawatnya -- baik dari kalangan keluarga atau tenaga medis profesional. Berbasis HypermediaSistem Circa bekerja dengan basis teknologi hypermedia. Teknologi ini bekerja seperti layaknya sambungan hyperlink di internet. Konten-konten yang ada di sistem ini diantaranya adalah: lagu-lagu Elvis, foto-foto area lokal, klip film-film lama dari tahun 1930 hingga 1960. Tujuan dimanfaatkannya sistem ini adalah untuk memudahkan akses bagi orang-orang yang kurang handal dalam menggunakan komputer. Maka dari itu, dibuatlah alat yang didesain menarik dan ramah pengguna. Menurut pengamatan Dr. Arnell, 40 orang penderita dementia dan perawat-perawatnya sangat antusias menerima teknologi anyar ini. Apalagi kalau sudah urusan klip musik. Circa meringankan tugas para perawat, karena tidak perlu susah-susah mencari bahan untuk membangkitkan ingatan para penderita dementia. Dementia sering dialami kalangan lanjut usia. Di Indonesia sendiri, jumlah penderita dementia diperkirakan meningkat, seiring dengan meningkatnya umur harapan hidup menjadi 67 tahun. Dari situ disinyalir jumlah penduduk usia lanjut (di atas 60 tahun) akan meningkat pada tahun 2005 hingga 2010 nanti. Jumlahnya diperkirakan akan mencapai 8,5 persen dari jumlah penduduk atau sekitar 19 juta jiwa. Dari jumlah tersebut, 15 persen diantaranya diperkirakan menderita dementia. (epi/)







Hide Ads