Jumat, 12 Jan 2018 13:52 WIB

Sejumlah Kebijakan yang Bikin Facebook Didemo

Rachmatunnisa - detikInet
Foto: Istimewa Foto: Istimewa
Jakarta - Sebuah kebijakan memang tidak bisa menyenangkan semua orang. Maka, muncul pro dan kontra bahkan aksi demonstrasi menentangnya, seperti yang dialami Facebook.

Yang terbaru, massa Front Pembela Islam (FPI) menggelar demonstrasi di depan kantor Facebook di jalan Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (12/1/2018). Aksi ini memprotes kebijakan Facebook yang dianggap sering memblokir banyak akun ormas keagamaan di Indonesia.

Sebagai perusahaan berskala global, Facebook juga pernah menghadapi gelombang protes dan demonstrasi di negara lain, dengan masalah berbeda.

Boikot di Suriah

Meski tidak sampai mendemo, Suriah pernah meluncurkan kampanye memboikot Facebook pada 2009. Alasannya, saat itu warga Israel yang tinggal di area Golan Heights dikhawatirkan bisa mencatut 'Israel' sebagai negara tempat tinggal mereka dalam jejaring sosial tersebut.

Golan Heights adalah wilayah di barat daya Suriah. Meski diperintah oleh Israel, tetapi kalangan internasional dan pemerintah Suriah mengklaim wilayah tersebut masuk ke teritori Suriah.

Di samping kontorversi mengenai Golan Heights, pemerintah Suriah juga melarang akses pengguna ke Facebook karena kekhawatiran warga Israel akan berusaha mengawali kontak dengan warga negara Suriah melalui jejaring sosial tersebut. Berikut di antaranya.

Kantor Baru Facebook

Ribuan karyawan Facebook baru saja pindah ke kantor pusat baru di kawasan Menlo Park, California, Amerika Serikat pada 2011. Sebelumnya, markas Facebook berlokasi di Palo Alto. Rupanya, kehadiran kantor Facebook ini disambut kurang gembira sebagian warga.

Ya, meski Facebook notabene adalah situs jejaring terpopuler di dunia, sebagian warga setempat tidak begitu terkesan dengan kedatangan mereka. Mereka khawatir kantor Facebook akan menyebabkan gangguan lalu lintas dan keterbatasan lahan parkir.

Kesetaraan Gender

Organisasi bernama UltraViolet pernah menggelar protes di depan kantor Facebook di New York, Amerika Serikat pada 2012, berkaitan dengan isu kesetaraan gender dan keberagaman di perusahaan tersebut.

Silicon Valley, dan industri digital di Amerika Serikat pada umumnya, boleh dibilang masih didominasi oleh pria. Saat itu, Chief Operating Officer Facebook Sheryl Sandberg belum duduk di dewan direksi Facebook, sehingga tudingan terkait kesetaraan gender menyorot ke Facebook.

Identitas Asli

Juni 2015, sejumlah demonstran menggeruduk kantor pusat Facebook di Menlo Park, California, Amerika Serikat. Aksi ini memprotes Facebook terkait kebijakannya yang mengharuskan setiap pengguna menggunakan nama asli mereka.

Akibatnya, Facebook sempat mendapat kecaman dari berbagai komunitas. Beberapa negara juga memprotesnya, meski tak sampai menggelar aksi demo, antara lain Jerman, Belgia, Spanyol, Belanda dan Prancis. Atas desakan ini, akhirnya Facebook merevisi kebijakan tersebut. (rns/fyk)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed