Selasa, 09 Jan 2018 16:16 WIB

Kisah Logan Paul, Drop Out Kuliah Hingga Jadi YouTuber Terkaya

Muhamad Imron Rosyadi - detikInet
Foto: Instagram Foto: Instagram
Jakarta - Logan Paul sedang dirundung kecaman. Tak dapat dipungkiri, dia adalah salah satu YouTuber tersukses di dunia, terlepas dari segala kontroversinya. Pemuda usia 22 tahun ini memilih drop out kuliah demi mengejar karir di dunia hiburan.

"Saya adalah pengusaha, pelaku dunia hiburan, juga pembuat konten. Saya pikir itu semua menarik untuk seorang laki-laki setinggi 187 cm yang keluar dari kuliah," ujar Logan, seperti detikINET kutip dari Arabian Business, Selasa (9/1/2018).

"Sangat unik rasanya berada di posisi tersebut pada usia saya sekarang. Di satu sisi, hal ini menyenangkan, namun juga menakutkan di sisi lainnya. Kadang keduanya pun menjadi tercampur aduk," katanya menambahkan.

Untuk sampai di titik tersebut, ia memulai dengan bergabung di salah satu penyedia layanan berbagi video yang sempat sangat populer, Vine. Popularitasnya cepat melesat sehingga berhasil mendapat lebih dari tiga juta pengikut hasil akumulasi dari berbagai media sosial yang dimilikinya pada awal 2014.
Kisah Paul Logan, Drop Out Kuliah Hingga Jadi YouTuber Sukses Foto: Instagram

Hal ini dimanfaatkan oleh pria berusia 22 tahun ini untuk memaksimalkan media sosial lain miliknya, salah satunya YouTube. Lewat platform tersebut, ia berhasil menghibur banyak orang lewat vlog, film pendek, hingga video musik kreasinya.

Setelah empat tahun, kini jumlah pengikutnya pun meroket, dengan rincian 4,07 juta di Twitter, 16,1 juta di Instagram, 16,2 juta di Facebook, serta masing-masing 15,6 juta (Logan Paul Vlogs) dan 4,3 juta (TheOfficialLoganPaul) untuk dua channel YouTube miliknya tersebut.

Ketenarannya pun merembet hingga ke layar lebar dan televisi. Terbukti dari perannya di beberapa film seperti The Space Between Us, Wher's The Money, hingga Airplane Mode. Lalu, ia juga sempat muncul dalam sejumlah acara televisi, yaitu Law and Order, Top Chef, dan Weird Loners.

Selain itu, Logan juga tampil dalam film berjudul The Thinning pada YouTube Red, sebuah layanan berlangganan bebas iklan yang hanya tersedia di beberapa negara.

Keluar Kuliah untuk Mengejar Mimpi

Jauh sebelum ia bergabung ke Vine, Logan sudah jatuh hati dengan kegiatan mengambil gambar maupun merekam video.

"Saat berusia delapan tahun, saya minta dibelikan sebuah kamera digital. Saya pun menggunakannya untuk mengambil gambar berbagai bungan selama setahun, lalu ke objek lain seperti patung, monumen, hingga pemandangan" ujarnya.

"Lalu, saya mulai mengenal video camera. Jadi saya mulai menabung untuk membelinya, merekam video, dan mengunduhnya ke YouTube. Saya pun merasa ini adalah hal yang keren," katanya menyambungkan.

Pada usia 18, saat ia hendak memulai studinya di bidang teknik mesin universitas Ohio, Logan memutuskan keluar dan pindah ke Los Angeles untuk mengejar karir di dunia hiburan. Baginya, itu merupakan keputusan yang sangat sulit untuk diambil.

"Saat pindah ke Los Angeles, tujuan saya adalah untuk menjadi pelaku hiburan terbesar di dunia, sampai saat ini pun belum berubah. Pada awalnya, saya tidak tahu harus melakukan apa, hanya media sosialyang saya tahu," tuturnya.

"Ini merupakan sebuah hobi yang saya jadikan sebagai ladang bisnis. Mulai dari saat itu, hingga sekarang, saya bertekad untuk mengubah dunia. Saya akan menginspirasi orang-orang dengan membawa kegembiraan dan hiburan," ia menambahkan.
Kisah Paul Logan, Drop Out Kuliah Hingga Jadi YouTuber Sukses Foto: Instagram

Segalanya berjalan dengan baik saat Logan mulai populer di Vine pada 2014, terlebih saat ia melakukan jumpa fans untuk pertama kalinya. Popularitasnya membuat Logan banyak mendapat tawaran mengiklankan produk dari berbagai merk, yang membuatnya dapat meraup jutaan dollar AS dalam setahun.

Meskipun begitu, hal tersebut tidak menghentikannya untuk menciptakan sebuah merk bernama Maverick, yang diambil dari nama burung beo peliharaannya.

Hal ini pun membuat Logan berhenti untuk bekerja sama dengan merk-merk lain, dan memilih untuk menggunakan produk-produk dari Maverick dalam berbagai kesempatan.

Lini produk Maverick sendiri antara lain pakaian, tas, topi, hingga aksesoris ponsel. Ke depannya, mereka berencana untuk memperluas bisnis mereka pada produk kesehatan, pendidikan melalui media sosial, studio produksi film, hingga label rekaman.

Resep Kesuksesan

Menaklukan media sosial dan meraih ketenaran melaui platform online tidak semudah dengan yang dibayangkan. Melihat dari angkanya saja, ada 800 juta orang menggunakan Instagram, lebih dari dua miliar menjadi pengguna Facebook, serta ribuan channel YouTube yang memiliki paling tidak satu juta subscribers.

Dengan ketatnya persaingan yang tercipta dari para pemilik smartphone di seluruh dunia (44% populasi Bumi), mengapa Logan bisa mencuat menjadi salah satu yang terbaik?

"Banyak orang menganggap bahwa menjadi terkenal lewat internet bukanlah hal yang sulit, hanya dengan bermodalkan kamera untuk merekam berbagai macam hal," kata Logan.

"Namun, mereka tidak mengetahui tentang konsep, proses editing, posting, strategi, dan kesadaran masyarakat terhadap pelaku industri itu sendiri. Diperlukan pembauran kepada penonton agar mereka mau menyaksikan tiap video setiap harinya. Semuanya memerlukan strategi dan pengetahuan yang baik," tuturnya menjelaskan.

Menurutnya, mengisi segmen yang spesifik, kreatif dan orisinal, serta konsisten dalam proses editing, menjadi hal-hal penting yang perlu menjadi fokus bagi para pembuat konten.

"Produksi juga menjadi krusial. Jika pencahayaannya tidak sesuai, audionya kurang bagus, tidak akan ada yang ingin menontonnya. Sekalipun ada, mereka tidak akan berniat untuk menonton kembali," kata Logan.
Kisah Paul Logan, Drop Out Kuliah Hingga Jadi YouTuber Sukses Foto: Instagram

Selain itu, etos kerja juga harus dijunjung tinggi untuk meraih sukses. Logan mengaku, sejak usia 15 tahun, setiap pagi dan malam ia selalu bercermin sembari berjanji pada dirinya sendiri bahwa akan menjadi lebih sukses dibanding setiap orang yang dikenalnya.

"Kini, saya merasa sangat kuat, sekaligus beruntung. Walaupun terdengar klise, tapi dengan datangnya kekuatan besar, maka hadir juga tanggung jawab yang berat. karena secara tidak langsung saya mewakili suara dari sebuah generasi," ucapnya.

"Saya masih muda, dan saya mengakui banyak hal-hal bodoh di dalam video-video yang saya buat, tapi saya yakin masih banyak hal-hal positif yang dapat diambil," pungkasnya. (fyk/rou)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed
Layar Pemilu
×
Layar Pemilu Terpercaya
Layar Pemilu Terpercaya Selengkapnya