BERITA TERBARU
Kamis, 04 Jan 2018 14:25 WIB

Opera Hadirkan Browser Anti Penambangan Bitcoin

Muhamad Imron Rosyadi - detikInet
Ilustrasi. Foto: Gettyimages Ilustrasi. Foto: Gettyimages
Jakarta - Semakin banyaknya penambangan cryptocurrency yang memanfaatkan browser masyarakat umum membuat Opera merilis versi terbaru untuk melindungi para user.

Browser terbaru besutan opera ini memiliki proteksi khusus yang tertanam didalamnya untuk menangkal aksi cryptojacking, yaitu tindakan menambang mata uang digital seperti Bitcoin, dengan memanfaatkan komputer orang lain.

Bernama Opera 50, browser ini menggunakan daftar cryptocurrency mencurigakan dari No Coin, sebuah extension Google Chrome, yang diperbarui secara berkala.

Peluncuran ini dirasa datang pada waktu yang tepat, mengingat serangan cryptojacking memang tengah menjamur sepanjang 2017 lalu.

Studi dari AdGuard menunjukkan bahwa terdapat 33 ribu situs yang digunakan sebagai mining script, sebuah fungsi yang ditanamkan pada browser untuk menambang cryptocurrency.

AdGuard pun memperkirakan terdapat satu miliar orang yang menggunakan situs-situs tersebut tiap bulannya.

"Kami adalah penggemar cryptocurrency, tapi kami tidak bisa menerima saat komputer orang lain digunakan sebagai media penambang, bahkan tanpa sepengetahuan user itu sendiri," ujar Krystian Kolondra, Head of Desktop Browser Opera, seperti detikINET kutip dari The Next Web pada Kamis (4/1/2018).

"Dengan Opera 50, kami ingin memulai 2018 dengan memberikan user kemampuan untuk mengambil alih kendali komputer mereka kembali," katanya menambahkan. (fyk/fyk)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed