Selasa, 02 Jan 2018 12:58 WIB

Cara Startup Asal Makassar Berdayakan Petani Kopi

Muhamad Imron Rosyadi - detikInet
Robi Kurniawan, co-founder Kopitani.id (Foto: 20detik) Robi Kurniawan, co-founder Kopitani.id (Foto: 20detik)
Jakarta - Di tengah tren dan maraknya kedai-kedai kopi yang bertebaran di Indonesia, masih banyak dari mereka yang di balik layar kegiatan produksi kopi menderita.

Salah satunya dialami para petani kopi. Pendapatan mereka bisa dibilang tidak berbanding lurus dengan cukup pesatnya industri kopi sekarang.

Hal ini yang menjadi perhatian utama bagi Kopitani.id, startup yang bertujuan memberikan penghidupan lebih baik bagi petani kopi yang seakan terlupakan.

"Menurut kami, masalah tersebut terjadi karena tiga hal, yaitu rantai distribusi yang panjang, biaya produksi yang tinggi, serta kurangnya wadah untuk memasarkan hasil pertaniannya," ujar Robi Kurniawan, co-founder Kopitani.id, saat ditemui dalam acara Amplifive.

"Platform kopitani.id sendiri hadir untuk memutus rantai distribusi yang panjang tersebut sehingga petani dapat langsung memasarkan hasil pertaniannya ke end user," dia menambahkan.

Robi juga mengatakan, mereka berencana melakukan kerja sama dengan Habibie Garden untuk penerapan IoT (internet of things) agar biaya produksi yang tinggi bisa ditekan.

Selain itu, pihak Kopitani.id pun akan melakukan donasi, pendampingan, dan edukasi terhadap sekitar 5 ribu petani petani binaan dari sebelum hingga sesudah panen, sekaligus melakukan penanaman kembali terhadap pohon-pohon kopi yang sudah tidak produktif.

Startup berbasis website ini memiliki dua produk utama, yaitu green bean dan roasted bean. "Untuk green bean kami dapat dari petani binaan untuk diekspor. Namun kami masih dalam tahap pendampingan untuk memperkuat ekosistem di petani," katanya.

"Sedangkan yang roasted bean kami ambil dari roaster independen, lalu dikemas ulang dengan brand kami dan dipasarkan di Kopitani.id. Kami pun kini fokus di roasted bean dengan konsep B2C (business to consumer)," jelasnya.

Meski berasal dari Makassar, Sulawesi Selatan, Kopitani tidak hanya soal kopi Toraja. Masih ada nama-nama jenis kopi dalam negeri yang tidak kalah terkenal, seperti Gayo dan Kintamani.

Mereka pun berniat menjangkau pasar di seluruh Indonesia, salah satunya berdasarkan jaminan kualitas biji kopi yang mereka miliki lewat kerja sama dengan bean grader bersertifikat internasional, yang kebetulan juga berasal dari Makassar.

Target tersebut bercermin pada pertumbuhan konsumsi kopi di Indonesia dapat mencapai 5%-6% per tahun, sedangkan produksi kopi di Indonesia hanya tumbuh sekitar 1%.

Dalam tiga bulan mendatang, Kopitani.id berencana akan meningkatkan kualitas produknya dalam bersaing di ranah B2C secara lebih kompetitif, sekaligus menambah jumlah konsumennya menjadi sekitar 300 orang. (rns/rou)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed