BERITA TERBARU
Senin, 25 Des 2017 08:56 WIB

Pipit, Single Mom Tangguh yang Jadi Driver Go-Jek

Muhamad Imron Rosyadi - detikInet
Foto: Dok. Go-Jek Foto: Dok. Go-Jek
Jakarta - Dari diusir satpol PP hingga mendirikan komunitas peduli anak yatim, inilah kisah Pipit, driver Go-Jek tangguh asal Majalengka.

Kisah inspiratifnya dimulai dari kenyataan pahit saat ditinggal oleh suaminya pada 2012 lalu. Ia pun harus menghidupi ketiga anaknya sendirian, alias sebagai seorang single parent.

Meskipun begitu, kejadian tersebut tidak membuatnya menyerah begitu saja untuk memenuhi segala kebutuhan anak-anaknya, walaupun memang tidak mudah memerankan peran sebagai orang tua tunggal.

Perempuan bernama lengkap Pipit Pitriasih ini masih teringat pada kejadian saat dirinya diusir oleh Satpol PP ketika berjualan minuman di area konser sebagai usahanya untuk mencari sesuap nasi.

Titik terang pun mulai muncul dalam perjalanan hidupnya saat seorang sahabat merekomendasikan dirinya agar bekerja sebagai mitra Go-Jek untuk meningkatkan kesejahteraan keluarganya agar lebih baik.

Wanita berusia 31 tahun ini pum kemudian memutuskan untuk menjadi mitra Go-Jek karena profesi sebelumnya tak mampu mencukupi kebutuhan ekonomi keluarganya.

Salah satu alasan mengapa ia mengambil kesempatan tersebut adalah fleksibilitas waktu kerja yang dimilikinya sehingga ia dapat tetap mengurus keluarga.

"Awalnya saya ditawarin sama temen baik saya untuk masuk Go-Jek. Kan saya ini lulusan SMP. Ijazah saya nggak laku di mana-mana. Selain itu kalau jadi driver kan saya kerjanya bisa fleksibel nggak tergantung waktu, jadi bisa tetap ngurus anak," tuturnya, seperti dikutip detikINET dari keterangan pers Go-Jek pada Senin (25/12/2017).

Meski sibuk mencari nafkah di jalan, tak lantas membuat perhatian terhadap ketiga anaknya ini berkurang. Ia memastikan bahwa ketiga anaknya tetap merasakan kasih sayang dan tanggung jawab darinya, salah satunya adalah pendidikan formal yang dijalani oleh ketiga anaknya.

Pipit, Single Mom Tangguh yang Jadi Driver Go-JekFoto: Dok. Go-Jek
"Saya harus pintar membagi waktu, sebelum narik Go-Jek saya antar anak dulu ke sekolah. Pas jam makan siang saya juga pulang, memasak untuk anak saya. Saya merasa tidak boleh mengeluh, karena kalau saya malas siapa yang akan membiayai anak-anak saya sekolah. Bagaimana anak saya bisa meningkat taraf hidupnya kalau Ibunya tidak bekerja keras," ujar Pipit.

Ia menambahkan, daya juang yang tinggi untuk menghidupi keluarganya tak lepas dari pesan ibu Pipit sendiri. Menurutnya, ia adalah sosok yang paling berperan untuk membentuk dirinya sebagai seorang yang tak mudah menyerah.

Ia bahkan masih sangat ingat bahwa sejak kecil ibunya sangat senang memberikan tugas rumah tangga kepadanya. "Saya sering banget disuruh ngepel, nyuci, tapi saya selalu malas. Tapi ibu saya berpesan bahwa ini untuk saya sendiri, jadi kalau sudah besar saya bisa sendiri dan tidak tergantung orang lain," paparnya menjelaskan.

Saat ini, selain bekerja sebagai pengemudi Go-Jek, Pipit juga aktif menjadi relawan di komunitas Balang Ijo yang didirikan bersama teman-teman sesama driver Go-Jek. Komunitas tersebut rutin untuk memberikan santunan kepada anak-anak yatim.

Terkait dengan hal tersebut, Pipit memiliki prinsip bahwa dengan segala keterbatasannya menjadi seorang wanita, terlebih seorang ibu, harus tetap memberikan manfaat bagi banyak orang.

"Saya bersyukur dengan menjadi driver Go-Jek, saya bisa mendapatkan kesempatan untuk memberikan manfaat bagi banyak orang, terutama anak-anak saya," pungkasnya. (asj/asj)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed