Kamis, 21 Des 2017 21:21 WIB

Kaleidoskop

Petisi Online Terheboh 2017: Suu Kyi Hingga Meme Setya Novanto

Agus Tri Haryanto - detikInet
Foto: Meme Setya Novanto/istimewa Foto: Meme Setya Novanto/istimewa
Jakarta - Change.org merangkum petisi online yang paling heboh di Indonesia sepanjang 2017. Mulai dari petisi untuk Aung San Suu Kyi hingga Setya Novanto.

Namun dari sekian banyak petisi yang dibuat, tokoh Myanmar Aung San Suu Kyi yang paling heboh.

Hal itu bermula ketika etnis Rohingya yang bermukim di Rakhine, Myanmar mengalami penindasan. Aung San Suu Kyi yang telah mendapatkan nobel perdamaian tak berkutik saat kekerasan di negaranya terjadi.

Sontak netizen menyuarakan petisi online di Change.org untuk mencabut gelar yang digenggam oleh Aung San Suu Kyi. Jumlah yang melakukan tandatangannya pun paling banyak diantara petisi-petisi lainnya.

Berikut daftar petisi online terpopuler sepanjang 2017 di Change.org:

1. Cabut Nobel Perdamaian Aung San Suu Kyi dengan 491.778 tandatangan.
2. Transportasi Online di Jawa Barat dengan 64.109 tandatangan.
3. Gugatan Terhadap Konsumen Alfamart dengan 63.899 tandatangan.
4. Aduan Terhadap Penyebar Meme Setnov dengan 60.435 tandatangan.
5. Tangkap Penyerang Novel Baswedan dengan 58.291 tandatangan.
6. Selamatkan Beruang di Bonbin Bandung dengan 57.072 tandatangan.
7. Tolak Hak Angket DPR terhadap KPK dengan 48.488 tandatangan.
8. Pecat Ketua DPRD Tampar Dokter dengan 40.172 tandatangan.
9. #SaveIbuNuril dari UU ITE dengan 32.321 tandatangan.
10. Cegah Kanker Serviks dengan 32.314 tandatangan.

Petisi Online Terpopuler 2017, Ada Meme Setya NovantoFoto: Agus Tri Haryanto/detikINET



Delapan Kemenangan

Selain itu, Change.org juga mengungkapkan petisi-petisi yang menuai kemenangan. Setidaknya ada 550 ribu yang mengalami kemenangan sepanjang 2017. Dari ratusan ribu itu, ada delapan kemenangan yang menyita perhatian publik.

Pertama, Etihad Airways yang melakukan diskriminasi terhadap disabilitas yang dialami Dwi Ariani. Dia diusir oleh kru maskapai karena dia penyandang disabilitas berkursi roda dan terbang tanpa pendamping.

"Hal-hal seperti ini sering dialami (diskriminasi disabilitas). Kita harus berjuang untuk mendapatkan hak-hak kita, kenapa hak-hak kita tidak dilindungi oleh pesawat. Disabilitas bukan orang sakit," ujar Dwi di Jakarta, Kamis (21/12/2017).

Kedua, tolak tambang di Pulau Bangka, Sulawesi Utara yang diprakarsai oleh Kaka Slank. Upaya itu dilakukan Kaka, tak hanya menyelamatkan tempat berselancar favoritnya, namun juga dampak dari kerusakan yang ditimbulkan oleh aktivitas tambang.

Ketiga, bebaskan Ibu Nuril yang dilecehkan oleh atasannya tapi dituntun dan ditahan gara-gara UU ITE. Keempat, tarik gugatan Alfamart saat Mustolih Siradj diperkarakan oleh Alfamart ke pengadilan karena meminta laporan donasi konsumen secara publik.

Kelima, stop pidanakan konsumen yang terkait komika Acho curhat di blognya soal apartmen yang ditinggalinya. Keenam, terkait hapuskan larangan pakai jilbab di kompetisi basket. Ketujuh, desakan publik untuk KPK tahan Setya Novanto. Terakhir, beruang di Kebun Binatang Bandung yang mengalami kondisi buruk. (rou/rou)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed