Senin, 18 Des 2017 11:41 WIB

Gadis Cantik Ini Beberkan Kenyataan Pahit Jadi Seleb Medsos

Muhamad Imron Rosyadi - detikInet
Gan-fan. Foto: istimewa Gan-fan. Foto: istimewa
FOKUS BERITA Selfie Berujung Maut
Beijing - Bintang internet asal China, Fan Fan, angkat bicara soal perkembangan industri live streaming di negaranya yang jadi perbincangan setelah kematian rooftopper Yong Ning yang suka menyiarkan dirinya sedang beraksi.

Perempuan berusia 26 tahun ini mengatakan bahwa terdapat tiga hal yang menjadi kunci bagi para broadcaster online untuk dapat bertahan di tengah persaingan yang semakin ketat.

"Usia, wajah, dan bentuk tubuh merupakan tiga faktor kunci bagi perempuan untuk menjadi broadcaster yang sukses," katanya, sebagaimana dilansir detikINET dari New Zealand Herald pada Senin (18/12/2017).

Fan pun mengaku bahwa ia sempat berbohong mengenai umurnya yang sebenarnya dengan mengatakan kepada para penggemarnya bahwa usianya masih 23 tahun.

Tidak hanya itu, ia pun juga menjalani operasi plastik untuk menghindari kemungkinan terburuk yaitu terhentinya karir yang dimilikinya sebagai live streaming broadcaster, meskipun hal tersebut tidak dapat terelakkan.

"Seberapa keras usaha yang dilakukan, kemungkinan hanya lima tahun waktu bagi seorang pemain di industri live-streaming untuk dapat berada di puncak popularitasnya," ia menambahkan.
Gadis Cantik Ini Beberkan Kenyataan Pahit Jadi Seleb MedsosFoto: istimewa

Untuk tetap berada di puncak, para pemain pun harus terus konsisten menarik perhatian dari masyarakat lewat konten-konten yang beragam agar apa yang mereka lakukan dapat mengundang penghasilan.

Hal ini yang membuat beberapa dari mereka berani untuk melakukan sejumlah tantangan yang berbahaya, bahkan menjurus menantang maut.

Salah satu kasus yang paling populer adalah jatuhnya Wu Yongning dari lantai 62 di salah satu gedung pencakar langit di Provinsi Hunan, yang kebetulan merupakan kampung halaman dari Fan.

Selebriti media sosial tersebut jatuh ketika merekam aksinya saat tengah melakukan rooftopping challenge, yang diiming-imingi dengan hadiah sekitar 100 ribu Yuan (Rp 204 Juta).

"Orang-orang cenderung melakukan hal-hal yang menarik perhatian untuk memenuhi rasa penasaran dari para penontonnya. Ini yang menjadi salah satu penyebab kematiannya," kata Fan.

Fan memiliki caranya sendiri untuk menghasilkan pemasukan tambahan di luar pekerjaannya sebagai live streaming broadcaster, tanpa harus menempatkan dirinya di situasi yang berbahaya.

"Secara perlahan-lahan, saya ingin menggiring para penggemar saya untuk melihat saya sebagai fashion blogger ke depannya. Saya pun juga melakukan investasi di beberapa restoran," paparnya.

Kebanyakan penggemar perempuannya di Weibo, platform sejenis Twitter di China, yang sudah mencapai 350 ribu serta Huajiao, aplikasi live streaming, dengan 400 ribu pengikut memang para fans setia yang tertarik dengan fashion dan make up. (fyk/fyk)
FOKUS BERITA Selfie Berujung Maut

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed