Milenial Jadi Sasaran Startup Donor Darah Ini

Milenial Jadi Sasaran Startup Donor Darah Ini

Agus Tri Haryanto - detikInet
Sabtu, 09 Des 2017 17:35 WIB
CEO Reblood Leonika Sari. Foto: detikINET/Agus Tri Haryanto
Jakarta - Kesadaran anak muda Indonesia untuk melakukan donor darah masih minim, di mana pendonor saat ini didominasi oleh orang yang berumur 40 tahun ke atas.

Sebagai founder startup kesehatan bernama Reblood, Leonika Sari Njoto Boedioetoemo terus berupaya dan mengajak generasi muda untuk mendonorkan darahnya. Mengingat, partisipasi masyarakat Indonesia terus menurun tiap tahunnya.

"Ada penurunan sekitar 50% untuk penerima penghargaan donor darah yang sudah 100 kali. Kalau 2012 ada 300 orang, maka sekarang sekitar 140-150 orang saja. Setelah ditelusuri, paritipasi anak muda masih kurang, sekarang masih di dominasi anak muda," tuturnya ditemui di Menara Kibar, Jakarta, Sabtu (9/12/2017).

Perempuan yang disapa Leo ini mengatakan sejak dulu, anak muda yang berusia sekitar 17-20 tahun sudah melakukan donor darah. Sehingga ketika berusia 40-50 tahun, mereka mendapatkan penghargaan atas 100 kali donor darah yang dilakukannya.

"Tapi sekarang menurun tiap tahunnya. PMI masih kekurangan kebutuhan darah. Paling anjlok itu saat bulan Puasa, bisa sampai turun 30%. Padahal kebutuhan darah itu harus tetap terjaga," sebutnya.

Menurut World Health Organization (WHO), jumlah kebutuhan minimal darah di Indonesia mencapai 5,1 juta kantong darah per tahunnya atau sekitar 2% dari jumlah penduduknya. Namun kenyataannya, Indonesia kekurangan 500 ribu kantong darah, di mana hanya 4,6 juta kantong darah dari 3,05 juta donasi.

Padahal, kata Leo, donor darah tersebut sangat bermanfaat bagi tubuh manusia, di mana dengan darahnya yang didonorkan maka itu dapat mengurangi risiko serangan jantung, kanker, dapat berumur panjang, dan lainnya.

Maka dari itu, Reblood membantu masyarakat, khusus penggunanya, untuk mendapatkan informasi donor darah di tempat terdekat dengan jadwal yang bisa dipilih sesuai dengan keinginan melalui layanannya dan mengadakan kegiatan donor yang dapat menggaet generasi muda.

"Kemarin kita adakan donor darah dengan mengundang band indie, terus sekarang bertemakan Star Wars yang akan dirilis. Tema tiap bulan akan beda-beda dengan menggandeng komunitas agar donor darah jadi hype," ucapnya.

Saat ini pengguna Reblood sudah mencapai 12 ribu, di mana itu masih berasal dari Surabaya, asal startup tersebut mulai dijalankan. Sedangkan untuk pengguna di Jakarta, Leo mengatakan jumlahnnya masih kurang dari 10% dari total penggunanya.

"Kita targetkan banyak lagi dengan berbagai event ini, utamanya anak muda di bawah 30 tahun yang belum pernah donor darah untuk jadi pedonor," harap Leo. (agt/asj)