"Kalian tahu siapa di balik Go-Jek?" ucap Suresh di sela-sela konferensi pers India-ASEAN ICT Expo 2017 yang digelar di Hotel Shangri-La, Jakarta, Rabu (6/12/2017).
"Software Go-Jek dibuat oleh engineer dari India," klaim Suresh. Ketika ditanya nama software yang dimaksud, ia enggan untuk memberitahunya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hubungan Go-Jek dengan India ini bukan pertama kali terdengar ke permukaan. Sebelum-sebelumnya, startup penyedia layanan transportasi online ini telah ekspansi ke luar negeri dengan mendirikan kantor Go-Jek di Bengaluru, India, pada tahun 2016 lalu.
Pada September 2016, Go-Jek dilaporkan telah meminang Pianta, perusahaan yang bergerak pada home healthcare. Akuisisi ini untuk memuluskan rencana Go-Jek untuk menghadirkan layanan Go-Med.
Akuisisi selanjutnya dilakukan terhadap C42 dan CodeIgnition. Akusisi tersebut ditengarai guna mengatasi masalah teknis yang kerap merundung aplikasi Go-Jek. Selain itu juga sebagai upaya untuk memperkuat sistem Go-Jek seiring kian banyaknya layanan yang dihadirkan.
Di Negeri Bollywood itu juga, Go-Jek membangun pusat Research and Development (R&D). Tak hanya Go-Jek, kompetitor utamanya yaitu Grab juga mendirikan R&D di India. (fyk/rou)