Rabu, 06 Des 2017 10:28 WIB

'Uang Elektronik Bisa Tangkal Terorisme'

Muhamad Imron Rosyadi - detikInet
Tcash. Foto: dok. Telkomsel Tcash. Foto: dok. Telkomsel
Jakarta - Perkembangan bisnis Tcash yang cukup signifikan diharapkan mampu mendukung program Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) yang tengah diusung pemerintah.

Program tersebut bertujuan menurunkan persentase transaksi tunai di Indonesia, yang sampai akhir 2016 masih mencapai 83% dari keseluruhan jumlah transaksi nasional. Padahal, beberapa negara berkembang lain hanya mencatat angka 53% dalam hal yang sama.

Selain itu, Tcash juga turut berperan dalam membantu pemerintah untuk mewujudkan target Presiden Jokowi yang menginginkan tingkat inklusi keuangan, yang saat ini masih di bawah 40%, untuk bisa mencapai 75% pada akhir 2019.

"Tidak hanya menghadirkan produk dan layanan keuangan digital terbaik bagi pengguna, kami pun percaya jika sinergi dan kolaborasi antara seluruh pemegang kepentingan di industri ini menjadi salah satu pendukung perkembangan bisnis Tcash yang pesat," ujar CEO Tcash, Danu Wicaksana.

Hal tersebut pun diwujudkan dengan dilakukannya pra-uji terhadap pemanfaatan Tcash untuk mekanisme penyaluran bantuan sosial non-tunai bersama Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) tahun lalu.

Selain itu, Tcash pun juga sudah menjalin kerjasama dengan Daarut Tauhiid untuk pengembangan cashless society di kawasan pesantren dan/atau sekolah yang telah dilaksanakan beberapa bulan lalu.

"Beberapa korporasi pun sudah menggunakan Tcash untuk membayar gaji dan insentif bagi para pegawainya. Salah satunya datang dari perusahaan semen yang membayar para pengendara kendaraan bermuatan melalui Tcash," Danu mengatakan.

Selain itu, diakui olehnya, uang elektronik pun akan memberikan angin segar bagi Bank Indonesia (BI) selaku bank sentral tanah air.

"BI sudah terlalu banyak menggelontorkan uang ratusan miliar untuk mencetak dan menggantinya. Selain itu, uang konvensional juga semakin mempersulit pelacakan terhadap praktik money laundry dan terorisme." ujar Danu.

"Dengan uang elektronik, BI bisa mengalokasikan dana besar tersebut ke sektor lain. Lalu, money laundry dan terorisme pun dapat ditangkal karena setiap pergerakan uang elektronik dapat dilacak," ia menambahkan.

"Maka dari itu, Tcash mengumpulkan anak-anak muda dari berbagai latar belakang, mulai dari telekomunikasi hingga e-commerce, untuk benar-benar menciptakan cashless society di Indonesia," pungkasnya. (fyk/fyk)
-

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed