Senin, 27 Nov 2017 21:18 WIB

Melawan Malaria Pakai Drone, Caranya?

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Ilustrasi (Foto: GettyImages) Ilustrasi (Foto: GettyImages)
Jakarta - Meski bukan penyakit baru, usaha melawan malaria masih belum maksimal. Kini ada cara baru untuk menghambat penyebarannya, yakni dengan menggunakan drone.

Seperti diketahui, salah satu upaya menghambat penyebaran malaria adalah dengan menyetop perkembangbiakan nyamuk Anopheles, dengan semprotan anti larva. Sayangnya, semprotan ini harganya mahal dan pengerjaannya membutuhkan waktu cukup lama.

Nah, di sinilah drone berperan untuk memperkirakan area yang menjadi tempat berkembang biak nyamuk Anopheles, antara lain area-area yang digenangi air.

Dikutip detikINET dari Engadget, Senin (27/11/2017), sejumlah peneliti dari Aberystwyth University dan Zanzibar Malaria Elimination Programme yang melakukan penelitian ini menggunakan drone DJI Phantom 3.

Phantom 3 bisa memantau lahan persawahan besar dalam waktu 20 menit saja. Data yang diambil bisa langsung diproses dan hasilnya bisa didapat dalam hitungan jam, agar bisa dieksekusi menggunakan semprotan anti larva.

Ke depannya, teknologi ini akan dikembangkan lagi, yaitu dengan mengirimkan gambar dari drone ke ponsel untuk memandu tim penyemprot ke lokasi, serta memantau tingkat kemajuan penyemprotan.

Pengembangan teknologi baru ini mungkin masih membutuhkan waktu cukup lama sampai ke tahap penggunaan secara luas. Ditambah lagi, cara ini bakal terbentur masalah privasi dan terganggunya satwa lokal dengan penggunaan drone. (rns/rns)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed