Sabtu, 25 Nov 2017 09:00 WIB

8 Ton Sampah Elektronik 'Disulap' Jadi Medali Olimpiade 2020

Muhamad Imron Rosyadi - detikInet
Foto: detikSport/Doni Wahyudi Foto: detikSport/Doni Wahyudi
Jakarta - Dengan diselenggarakannya Olimpiade di Tokyo pada 2020 mendatang, Jepang akan menghadirkan medali yang terbuat dari sampah elektronik.

Program yang diberi nama Tokyo 2020 Medal Project ini merupakan sebuah tanggapan dari pemerintah Jepang terhadap krisis sampah elektronik di dunia. Kurang lebih, sebanyak delapan ton limbah tersebut disiapkan untuk didaur ulang menjadi 40 kg emas, 4.920 kg perak, dan 2.944 kg perunggu.

Nantinya, hasil daur ulang tersebut akan digunakan sebagai bahan baku untuk sekitar 5.000 medali emas, perak, dan perunggu, yang akan dibagikan bagi para juara dalam ajang olahraga terbesar empat tahunan tersebut.

Sejauh ini, proyek tersebut terbilang sukses dengan terkumpulnya 1,3 juta unit ponsel bekas oleh NTT Docomo, perusahaan telekomunikasi yang turut andil dalam program ini, pada Agustus lalu.

Rencana Jepang ini turut mendapat respon positif, salah satunya datang dari Kohei Uchimura, atlet senam peraih tiga medali emas olimpiade.

Limbah elektronik bahan dasar medali Olimpiade 2020.Limbah elektronik bahan dasar medali Olimpiade 2020. Foto: is

"Komputer dan smartphone akan menjadi barang yang tidak berguna, mengingat produk dan model terbaru akan terus berdatangan. Medali ini akan menjadi pesan yang sangat penting bagi masyarakat untuk generasi di masa depan yang lebih baik," ujarnya, seperti dilansir detikINET dari rilis dalam situs olimpiade, Sabtu (25/11/2017).

Jika proyek ini berjalan sesuai rencana, Jepang dapat menghentikan praktik penambangan logam mulia yang disumbangkan untuk bahan medali perhelatan olahraga akbar, atau setidaknya menguranginya.

Menurut laporan United Nations University pada 2014, Jepang (2,2 juta ton) merupakan negara kedua setelah China (6 juta ton) sebagai penyumpang sampah elektronik terbesar di Asia, walaupun penduduknya hanya 1/10 dari China.

Pada 2011, dari 36,39 juta unit ponsel yang dibuat oleh Jepang, hanya 7,62 juta unit (20,9%) yang dikumpulkan oleh Mobile Recycling Network, yaitu sebuah jaringan terdiri dari 9 ribu outlet ritel yang bertugas untuk mengumpulkan suku cadang gadget. (mag/mag)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed
  • Dear Netizen, Waktu Imsak Hari Ini 4.26 WIB

    Dear Netizen, Waktu Imsak Hari Ini 4.26 WIB

    Senin, 28 Mei 2018 03:40 WIB
    Setiap menjalani sahur di bulan Ramadan, ada banyak netizen yang mencari tahu kapan waktu imsak tiba. Ingat, hari ini imsak pukul 4.26 WIB dan subuh 4.36 WIB.
  • Tokopedia Kalahkan WhatsApp dan Instagram

    Tokopedia Kalahkan WhatsApp dan Instagram

    Senin, 28 Mei 2018 02:50 WIB
    Aplikasi Tokopedia dalam waktu singkat berhasil memuncaki Apple Store dan Google Play mengalahkan Facebook, WhatsApp, dan Instagram. Kok bisa?
  • Unik, Ada Go-Jek Bentor di Gorontalo

    Unik, Ada Go-Jek Bentor di Gorontalo

    Minggu, 27 Mei 2018 20:10 WIB
    Go-Jek kini telah resmi hadir di Gorontalo. Kehadiran layanan ini melalui kemitraan dengan para pengemudi becak motor atau yang sering disebut dengan bentor.
  • Ada Jutaan Anak Muda yang Diblokir WhatsApp

    Ada Jutaan Anak Muda yang Diblokir WhatsApp

    Minggu, 27 Mei 2018 19:03 WIB
    Jutaan pengguna WhatsApp tak bisa menggunakan layanan chat milik Facebook tersebut. Kebijakan pemblokiran ini diberlakukan bagi pengguna di bawah 16 tahun.
  • Leica Tutup Riwayat Kamera Ikonik M7

    Leica Tutup Riwayat Kamera Ikonik M7

    Minggu, 27 Mei 2018 17:07 WIB
    Seri M bisa dibilang adalah lini kamera jagoan buatan Leica. Umurnya pun terbilang panjang, seperti seri M7, yang pertama dirilis pada 2002 silam.
  • Palapa Ring Paket Tengah Hampir Rampung

    Palapa Ring Paket Tengah Hampir Rampung

    Minggu, 27 Mei 2018 16:16 WIB
    Menteri Kominfo Rudiantara menargetkan penggelaran kabel serat optik untuk Palapa Ring paket tengah akan selesai pada Agustus dan bisa beroperasi September.