Selasa, 21 Nov 2017 19:00 WIB

Buka Desa Teknologi, Bupati Pemalang Naik Kuda Lumping

Robby Bernardi - detikInet
Foto: Robby Bernardi/detikINET Foto: Robby Bernardi/detikINET
Pemalang - Atraksi kesenian Kuda Lumping resmi menandai dibukanya Desa Teknologi Informatika dan Komunikasi (Destika) di Desa Pulosari, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang.

Menariknya, tak hanya 200 penari memeriahkan, Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) yakni Semuel Abri Jani Pangerapan bersama Bupati Pemalang Djunaedi, ikut memeriahkan dengan menaiki kuda lumping.

Di saat penari lainnya kesurupan, Dirjen dan Bupati Pemalang ini, masih asyik dengan kuda lumpingnya. Kesenian kuda lumping memang dipilih sebagai pembuka acara Destika.

Acara Destika di Pemalang kali ini merupakan tahun kelima diselenggarakan. Untuk diketahui, Festival Destika merupakan program tahunan Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika, Kementerian Kominfo semenjak 2013.

Tujuannya, meningkatkan Tata Kelola Pemerintah Desa berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) agar semakin transparan, efisien dan berorientasi melayani serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan desa.

Hal tersebut seperti apa yang dijelaskan Bupati Pemalang, Djunaedi dalam sambutan pembuukaan acara Destika.

Buka Desa Teknologi, Bupati Pemalang Naik Kuda Lumping Foto: Robby Bernardi/detikINET


"Ini akan menggerakkan kolaborasi dan sinergitas program kerja antara akademisi, bisnis, pemerintah pusat sampai desa, relawan TIK, dalam pembangunan dan pemberdayaan potensi desa," katanya.

Ditambahkan Direktur Pemberdayaan Industri Informatika Septriana Tangkary, kegiatan ini dimaksudkan untuk meningkatkan sinergitas program kerja antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pemerintah Desa dan Relawan Pemberdayaan desa-desa yang berbasis TIK, sesuai dengan dengan Tema Destika 2017 yakni 'Di Hamparan Bumi Pemalang Pusere Jawa, Desa Bersuara untuk Indonesia."

"Sudah saatnya desa-desa mulai bangkit bekerja sesuai Nawacita, membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan," katanya.

Menurutnya, saat ini desa bukan hanya menjadi obyek pembangunan tetapi harus menjadi subyek pembangunan. Desa diharapkan terlibat di dalam pembangunan bangsa, karena desa adalah bentuk pemerintahan terkecil yang ada dalam negara.

Destika ke-5 2017 sendiri dilaksanakan pada 21 hingga 23 Nopember 2017 mendatang, di Lapangan Turongo Seta Desa Pulosari, Pemalang. (rns/rns)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed