Minggu, 19 Nov 2017 07:23 WIB

Robot Pintar di Balik Transaksi Triliunan Alibaba

Rachmatunnisa - detikInet
Foto: Dok. Alibaba Foto: Dok. Alibaba
Jakarta - Hanya dalam 24 jam, Alibaba berhasil meraup penjualan sampai dengan USD 25,4 miliar atau Rp 342,9 triliun. Di balik kesuksesan pada Sabtu (11/11) itu, ada teknologi robot canggih yang berperan.

Salah satu catatan penting kesuksesan festival ini adalah kemampuan sistem untuk mengatur lonjakan transaksi yang puncaknya mencapai 325.000 pesanan per detik dalam waktu 24 jam.

Demi mengatur lonjakan transaksi yang mencapai 325.000 pesanan, Alibaba mengimplementasikan teknologi unggulan seperti artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan dan cloud computing yang turut memperkuat elemen-elemen pada New Retail, sebagai fokus Global Shopping Festival tahun ini.

"Global Shopping Festival tahunan ini merupakan ajang uji coba terbesar untuk teknologi kami. Tahun ini kami sepenuhnya mengadopsi cloud management dan memanfaatkan artificial intelligence dalam skala yang jauh lebih besar pada infrastruktur dan sistem kami. Hal ini menghasilkan efisiensi pengoperasian yang lebih tinggi dan di saat bersamaan juga mengurangi biaya TI yang sangat signifikan," ungkap Jeff Zhang, Alibaba Group's Chief Technology Officer.

"Selain itu, kami juga menawarkan solusi teknologi yang inovatif untuk membantu para mitra kami untuk mengembangkan keberagaman produk, manajemen persediaan, pembayaran, dan logistik untuk memenuhi lonjakan permintaan yang tinggi selama Global Shopping Festival," sambungnya seperti dikutip detikINET melalui keterangan resminya, Minggu (19/11/2017).

Alibaba Group terus memanfaatkan teknologi AI untuk memberdayakan penjual dan menarik para konsumen. Sebagai contoh, 95% pertanyaan yang masuk ke layanan pelanggan selama Global Shopping Festival ditangani oleh virtual customer service chatbot yang dibuat oleh Alibaba sendiri.

Lebih dari 400 juta customized online banner yang dibuat untuk para penjual oleh marketing design platform berbasis AI milik Alibaba, dan lebih dari 60 miliar halaman pada aplikasi Taobao dan Tmall dibuat sesuai selera konsumen dan dilengkapi dengan rekomendasi-rekomendasi produk yang berbasis AI.

Global Shopping Festival sendiri adalah sebuah rancangan berskala besar dalam hal infrastruktur TI. Untuk mendukung tingginya volume kegiatan komputasi seperti mencari produk, memesan, membayar, dan mengatur logistik, Alibaba Group memanfaatkan teknologi data dengan berbagai cara untuk membangun infrastruktur yang kuat namun tetap dengan biaya yang efektif.

Adapun teknologi yang dimanfaatkan antara lain, colocation untuk memperkuat pemanfaatan CPU. Alibaba Group memiliki teknologi penyimpanan server yang berada di satu titik atau lebih yang dibantu salah satu hybrid clouds terbesar di dunia dengan komputasi yang optimal dan jutaan container.

Dengan memanfaatkan teknologi colocating untuk layanan online dan analisis beban kerja, rata-rata penggunaan harian CPU ditingkatkan hingga lebih dari 40% dengan penggunaan puncak di atas 60%.

Tingkat penggabungan unit naik lebih tinggi di sepanjang Global Shopping Festival sehingga memperkecil biaya colocation lebih dari 30% dibandingkan tahun lalu.

Teknologi kedua adalah mesin pintar untuk mengoptimalkan penggunaan sistem. Untuk mencapai penggunaan dan stabilitas sistem yang optimal, sebuah mesin pintar dibuat pada tahun ini untuk secara otomatis mengalokasikan sumber daya komputasi secara tepat waktu.

Mesin ini digunakan untuk pertama kalinya di Global Shopping Festival 2017 dan diperkirakan mengurangi jumlah server yang dibutuhkan hingga sekitar 30%.

Selain itu, Alibaba juga menguji coba keseluruhan beban secara otonom. Uji coba dilakukan berkali-kali untuk mempersiapkan peningkatan beban yang telah diprediksi sebelumnya saat puncak lonjakan transaksi pada 11 November.

Alibaba mengklaim, teknologi pintar otonom ini telah menghemat sekitar 1.000 hari kerja teknisi di tahun ini dibandingkan tahun sebelumnya.

Tak kalah pentingnya adalah penerapan robot patroli untuk memonitor pusat data. Untuk pertama kalinya, sebuah robot patroli ditugaskan untuk memonitor kondisi pusat data Alibaba di China utara selama Global Shopping Festival berlangsung.

Robot ini diperkirakan dapat mengurangi 30% kegiatan repetitif pada saat memonitor pusat data.

Terakhir, penyebaran content delivery network (CDN) Node Alibaba Cloud. Alibaba Cloud, yang menjadi kekuatan dari cloud komputasi milik Alibaba Group, menyebarkan lebih dari 1.200 node pada infrastruktur global cloud-nya.

Hal ini dikembangkan untuk mendukung banyaknya jumlah konten di platform Tmall dan Taobao. Dengan menggunakan data center yang ada di 15 lokasi di penjuru dunia, gambar, video, dan live streaming dapat didistribusikan ke berbagai lokasi di seluruh dunia dengan cepat dan lancar tanpa adanya gangguan sistem.

Untuk diketahui, kesuksesan transaksi bernilai ratusan triliun tersebut membuat Alibaba secara resmi mengumumkan bahwa 11.11 Global Shopping Festival yang diselenggarakannya melampaui harapan dan melanjutkan tradisi pemecahan rekor gross merchandise volume (GMV) dan rekor jumlah konsumen dan penjual yang berpartisipasi di seluruh marketplaces Alibaba Group. (rns/asj)
-

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed