Kamis, 16 Nov 2017 17:52 WIB

Bos BukaLapak Beberkan Resep Sukses Jadi Unicorn

Muhamad Imron Rosyadi - detikInet
Foto: detikINET/Agus Tri Haryanto Foto: detikINET/Agus Tri Haryanto
Jakarta - CEO BukaLapak Achmad Zaky menyiratkan bahwa e-commerce yang dipimpinnya sudah berstatus unicorn.

Ditemui dalam acara Digital Economic Briefing 2017, dia mengakui BukaLapak sudah mencatatkan valuasi lebih dari USD 1 Miliar. Dia pun menceritakan kunci kesuksesan startupnya dalam acara yang digelar di Kantor Pusat Indosat Ooredoo, Kamis (16/11/2017).

"Kuncinya ada di talent. Basis industri teknologi itu mereka, karena kita tidak punya aset walaupun valuasi kami triliunan sekali pun," ujarnya.

Menurutnya, sumber daya manusia merupakan bahan baku dari perusahaan teknologi. Hal ini juga yang berlaku di perusahaan besar seperti Google, Facebook, Amazon, dan Apple.

Dia mengajak para pendiri startup, terutama yang masih baru, untuk berpikir lebih panjang menjalankan perusahaan rintisan. Dia menekankan agar jangan terburu-buru mengambil keputusan, terlebih dalam mencari pembiayaan melalui investasi.

"Saya bukannya anti asing, tapi kita harus memanfaatkan dana asing supaya kita bisa take the control, lead company. Kita memang butuh dana, tapi jangan banyak-banyak, atau bahkan sampai dipaksa jual dan merelakan ownership," dia menuturkan.

Dia mengakui bahwa startup miliknya pun merasakan defisit pada masa awal berdirinya BukaLapak. Menurutnya, itu adalah hal yang lumrah.

"Awal-awal dulu, perusahaan-perusahaan teknologi itu pasti rugi, triliunan bahkan. Tapi, semua defisit, atau burn istilahnya, karena sebuah pilihan. Kita harus burn untuk growth. Kalo kita tidak growth, pasti kalah sama kompetisi. Karena para investor melihat potensi growth dari startup," paparnya.

Menurutnya, akan ada masanya bagi sebuah startup untuk bisa meraup keuntungan, yaitu ketika perusahaan rintisan tersebut sudah memiliki skala yang cukup besar untuk masuk dan bersaing di pasar.

Disebutkannya, saat ini BukaLapak sudah mampu untuk mengambil keuntungan. "Kita sudah profitable, mungkin dengan cara untuk menghentikan iklan di televisi. Karena budget marketing memang yang paling besar," terangnya.

Dia juga mengatakan, passion merupakan faktor kunci lain dalam mengembangkan sebuah startup hingga berhasil menyandang status unicorn.

"Passion, kesenangan, dan kerja keras. Saya dari kecil, dari SD mungkin, sudah suka computing. Kalau kita passion sama bidang kita, fokus, kerja keras, inovatif, dan kompetitif, hasilnya pasti maksimal," kisahnya.

Tak kalah penting yang perlu diingat menurutnya, semua yang berhasil mendominasi dunia adalah orang-orang yang fokus.

"Tidak ada pemenang di semua bidang. Misalnya, Google di search engine, Facebook di social network, Amazon di e-commerce. Semuanya fokus," pungkasnya. (rns/rou)
-

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed