Selasa, 14 Nov 2017 16:36 WIB

Amplifive

Bangun Startup Demi Lindungi Hutan Indonesia

Josina - detikInet
Foto: Dok. Lindungi Hutan Foto: Dok. Lindungi Hutan
Jakarta - Kepedulian sekelompok pemuda asal Semarang terhadap alam, menggugah hati mereka mencetuskan startup yang ingin melindungi hutan. Sesuai tujuannya, startup ini dinamai Lindungi Hutan.

"Lindungi Hutan merupakan plaftorm crowdsourcing penggalangan dana dan tenaga untuk penghijauan hutan Indonesia, yang mana monitoring perkembangan pohon di hutan dapat dilihat dari platform lindungihutan.com," jelas CEO Lindungi Hutan Hario Laskito Ardi.

Hario menceritakan, tercetusnya ide tersebut berawal ketika dirinya menetap di Semarang pada 2016. Saat melakukan perjalanan di daerah Tanjung Mas, Semarang, ia melihat banyak perumahan warga yang tenggelam dan bahkan posisi rumahnya tinggal separuh karena peninggian air laut.

"Saya melihat ternyata ini semua akibat dari abrasi dan erosi oleh air laut. Ada tokoh masyarakat bernama pak Junaidi peduli untuk memecahkan masalah abrasi dan erosi di daerah tersebut namun terhalang karena kurang mendapatkan pendanaan dan tenaga," ujarnya.

Dari hal tersebut, Hario bersama rekan-rekannya yang kala itu masih kuliah di Universitas Diponegoro Semarang mempunyai ide untuk memecahkan masalah pak Junaidi dengan memanfaatkan teknologi untuk membantu pendanaan dan tenaga untuk merawat hutan di daerah tersebut.

Bangun Startup Demi Lindungi Hutan IndonesiaFoto: Dok. Lindungi Hutan


Lindungi Hutan yang sukses di ajang Gerakan Nasional 1000 Startup Digital dan Amplifive, saat ini juga tengah mengembangkan teknologi IoT bersama PT Dycode dengan tujuan untuk mendapatkan data secara realtime di hutan.

Nantinya, data tersebut dapat digunakan untuk menganalisis ekosistem di hutan demi kelangsungan hewan endemik di daerah hutan tersebut. Hal ini juga menjadi salah satu cara untuk melindungi hewan Elang Jawa di hutan konservasi Gunung Prau.

"Alasan terbesar dari kami adalah agar hutan Indonesia bisa terjaga dan tetap lestari dengan melibatkan semua elemen masyarakat untuk bergotong-royong dalam kepeduliannya terhadap hutan Indonesia," ujarnya.

Suka dan duka

Punya tujuan misi sosial, membuat perjalanan Lindungi Hutan tidak mulus. Meski demikian, berbagai kendala cuek mereka hadapi. Hal ini justru membuat mereka lebih kompak. Berawal dari tiga orang, kini Lindungi Hutan sudah memiliki 10 anggota.

"Pertama kali merintis Lindungi Hutan adalah masih banyak orang yang tidak peduli terhadap kondisi hutan di daerahnya. Orang masih beranggapan, buat apa berdonasi kepada hutan, tidak mendapatkan keuntungan langsung," kenangnya.

Hal ini tak membuat tim Lindungi Hutan patah semangat. Terbukti, platformnya yang sudah berjalan sejak Desember 2016 ini, sudah melakukan aksi menanam lebih dari 6 ribu pohon di tujuh area konservasi hutan.

"Konservasi hutan yang sudah kita jamah ada 14 hutan dan kita sudah menanam 6.192 pohon di 7 area konservasi hutan di daerah Wonosobo, Temanggung, Semarang dan Jepara. Sedangkan 7 lainnya masih proses penggalangan dana," tambahnya.

Bangun Startup Demi Lindungi Hutan IndonesiaFoto: Dok. Lindungi Hutan

Bangun Startup Demi Lindungi Hutan IndonesiaFoto: Dok. Lindungi Hutan


Alur kerja Lindungi Hutan terbilang sederhana. Langkah pertama, pelapor yang melihat hutan rusak dan ingin dikonservasi membuat campaign terlebih dahulu. Dari campaign tersebut, akan dibantu tim Lindungi Hutan untuk dicarikan dana serta tenaga penanaman dari para relawan.

Dana yang terkumpul akan digunakan untuk pelestarian hutan tersebut. Dengan catatan, hutan yang dilaporkan sesuai dengan kriteria Lindungi Hutan untuk bisa didanai.

"Syarat - syarat harus dilengkapi, untuk menghindari penanaman di area yang ilegal serta pelapor yang membuat campaign wajib memberikan update perkembangan dan perawatan pohon yang ditanam, setiap 3 bulan sekali, jadi yang membuat campaign itu juga melakukan perawatan pohon yang ditanam," terangnya.

Bangun Startup Demi Lindungi Hutan IndonesiaFoto: Dok. Lindungi Hutan


Dari bisnis sosial ini pun, Lindungi Hutan sudah mengantongi keuntungan Rp 10 juta. Dari setiap donasi yang terkumpul, mereka mengambil 5% dan mengandalkan penjualan bibit. Setiap keuntungan tersebut digunakan agar Lindungi Hutan tetap berjalan dan berkembang.

"Saya dan tim punya mimpi, di tahun 2020 kita bisa menanam 200 juta pohon sesuai dengan jumlah penduduk Indonesia. Dengan pohon tersebut bisa dimonitoring perkembangan dan perawatannya melalui Lindungi Hutan. Sehingga setiap penduduk Indonesia mempunyai satu pohon yang menjadi nafasnya melalui Lindungi Hutan," pungkasnya. (jsn/rou)
-
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed