Jumat, 10 Nov 2017 18:21 WIB

Internet Lelet Jadi Kendala YouTuber Indonesia Timur

Muhammad Alif Goenawan - detikInet
Epen Cupen (Foto: Muhammad Alif Goenawan/detikINET) Epen Cupen (Foto: Muhammad Alif Goenawan/detikINET)
Jakarta - Perkembangan YouTube di Indonesia dalam beberapa tahun belakangan meningkat pesat. Tak cuma terpusat di pulau Jawa, pembuat konten YouTube kini mulai tersebar di seluruh wilayah Indonesia, termasuk di Indonesia Timur.

Epen-Cupen adalah salah satu channel YouTube sukses yang berasal dari Indonesia Timur, yakni Merauke. Di ajang YouTube Fanfest 2017, Epen-Cupen berhasil meraih penghargaan Silver Button karena mendapat jumlah subscriber mencapai 100.000

Namun, untuk bisa meraih kesuksesan itu, ada harga yang harus dibayar. Kepada detikINET, salah satu kreator Epen-Cupen, Nato Beko, mengaku kendala utama bagi mereka berkeasi adalah koneksi internet.

"Di Merauke ini banyak anak-anak muda berbakat yang punya konten video. Cuma kan itu mereka kendala mau upload itu susah. Di sana sinyal itu susah banget. Kita juga bingung mau upload pakai apa," keluh Beko ketika ditemui di Hotel Sheraton, Jakarta, Jumat (10/11/2017).

Saksikan video 20detik tentang YouTube FanFest di sini:

[Gambas:Video 20detik]

Karena internet seluler yang lambat itu, tak jarang mereka mengandalkan warnet (warung internet). Dengan membayar biaya Rp 10.000/jam, mereka menghabiskan waktu di warnet untuk mengupload konten.

"Mau upload itu susah. Karena jaringan setengah mati. Maka dari itu kami berharap ke depan buat pemerintah Indonesia mungkin bisa bantu kami membenahkan jaringan," ucap Nato Beko.

Meski mengandalkan warnet, Nato Beko tak memungkiri jika koneksi internet di warnet juga tak cukup bagus. "Kalau di warnet kami paling upload dua video saja. Itu paling lama satu jam," pungkasnya. (rns/rns)
-
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed