Bertajuk Giant Robot Duel, pertarungan ini sebenarnya sudah direncanakan sejak dua tahun yang lalu. Kala itu perusahaan Suidobashi Heavy Industries dari Jepang menawarkan robot buatannya, yakni Kurata di situs Amazon seharga USD 1 juta atau senilai Rp 13,5 miliar.
Informasi ini pun sampai ke telinga MegaBots, sebuah perusahaan robot yang bermarkas di California, AS. Tak mau kalah, MegaBots lantas menantang Suidobashi untuk menggelar pertandingan duel antara robot miliknya dengan robot Kurata.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Robot Kurata |
Mendengar adanya ajakan berduel, Suidobashi menerima tantangan dengan senang hati. Akan tetapi, butuh persiapan yang cukup lama, yakni sekitar dua tahun dalam menggelar pertandingan ini.
Dan waktu yang dinanti-nanti itu pun tiba. Tepat pada tanggal 18 Oktober 2017 lalu, duel resmi dimulai. MegaBots menurunan dua robot, sedangkan Suidobashi hanya menurunkan Kurata.
Jepang Sempat Menang
Di pertandingan pertama Kurata harus menghadapi robot pertama MegaBots, yakni Iron Glory (MK2). Robot dengan tinggi 4,6 meter dan berat 6 ton ini langsung tumbang begitu dihantam oleh pukulan seberat 272 kg dari Kurata. Sebagai perbandingan, Kurata memiliki tinggi 4 meter dan bobot 6,5 ton.
Cavalcanti dan Oehrlein selaku pilot dari Iron Glory sempat syok dengan kekalahan singkat itu. Namun, mereka tak putus asa dan melanjutkan ke pertandingan kedua, di mana mereka mengendarai robot andalan mereka, Eagle Prime (MK3).
Pertandingan antara Eagle Prime dan Kurata berlangsung selama dua ronde. Di ronde pertama, Eagle Prime mengawali pertandingan dengan menembakkan senjata canon ke arah kaki Kurata. Tak mau kalah, Kurata tiba-tiba mengeluarkan senjata rahasia mereka, yakni drone.
Drone ini diarahkan ke kaca depan robot dengan tujuan untuk mengacaukan pandangan pilot. Setelah itu keduanya terlibat baku hantam dalam jarak dekat. Sayang ronde pertama berakhir kurang menyenangkan.
Di Ronde kedua, Kurata rupanya menembakkan Eagle Prime dengan senjata paint ball. Dengan tembakan berkecepatan tinggi, Kurata mengincar titik-titik lemah Eagle Prime, termasuk kamera pengintai.
Eagle Prime sendiri yang sudah siap dengan senjata gergaji di tangan kiri sukses mengoyak-ngoyak tangan dan sebagian tubuh dari Kurata. Tim Kurata akhirnya menyatakan menyerah dalam pertandingan.
Pertandingan robot ini bisa dibilang berlangsung cukup menarik. Walau duel robot yang disajikan mungkin tidak seperti dalam film Real Steel apalagi Gundam, tetap ini menjadi kemajuan di industri robot dunia.
(mag/yud)
Foto: Robot Kurata