BERITA TERBARU
Rabu, 04 Okt 2017 10:14 WIB

'Andalkan Kertas, Pendidikan di Indonesia Belum Efisien'

Rachmatunnisa - detikInet
Foto: EdConnect Foto: EdConnect
Jakarta - Biaya yang tidak efisien hanya salah satu dampak dari belum akrabnya sistem administrasi belajar mengajar Indonesia dengan teknologi. Sebuah aplikasi bernama EdConnect mencoba mengakomodir kebutuhan tersebut.

Riset EdConnect menyebutkan, dunia pendidikan Indonesia belum maksimal memanfaatkan teknologi yang tumbuh begitu cepat. Proses belajar mengajar masih mengandalkan kertas sebagai medium utama, menyebabkan biaya menyelenggarakan pendidikan yang harus ditanggung oleh sekolah dan pemerintah menjadi tinggi dan tidak efisien.

Di 2017 misalnya, biaya pengadaan dan distribusi naskah ujian nasional tahun 2017 mencapai Rp 85 miliar. Contoh lainnya di Mojokerto, Jawa Timur, sebuah SMA harus mengeluarkan biaya fotokopi naskah ujian sebesar Rp 8 juta. Dibandingkan saat mereka ujian menggunakan komputer setahun sebelumnya, sekolah tidak mengeluarkan biaya sama sekali.

Aplikasi Ini Bantu Kebutuhan Sekolah  Foto: EdConnect


"Dengan kemajuan teknologi yang begitu pesat, kita melihat penggunaan teknologi dalam pendidikan masih sangat minim. Malah guru dan institusi pendidikan masih jarang sekali me-leverage teknologi untuk kemajuan sekolah mereka," kata CEO dan co-founder EdConnect Aswin Tanzil.

Melihat kondisi Pendidikan Indonesia yang masih dijalankan dengan mengandalkan kertas, tiga anak muda membuat EdConnect Lite, yang bisa di download gratis di Google Play Store.

Aplikasi ini dibuat tak hanya untuk membuat dunia pendidikan lebih efisien dari segi biaya, tapi juga diklaim memudahkan semua yang terlibat di dalamnya, mulai dari guru, murid, orangtua sampai kepala sekolah.

Aplikasi Ini Bantu Kebutuhan Sekolah  Foto: EdConnect


Lewat EdConnect, bapak dan ibu guru dikatakan cukup mengabsen, memberi tugas atau soal ujian, memberi nilai dan memantau rekapitulasi nilai seluruh muridnya lewat smartphone.

Bagi para orangtua, melalui EdConnect Lite, mereka bisa memantau secara langsung kegiatan anaknya di sekolah, melihat nilai tanpa harus tunggu bagi rapor, berkomunikasi dengan guru lewat chat di dalam aplikasi dan diingatkan oleh aplikasi saat tiba waktunya membayar uang sekolah.

Sementara bagi si anak, EdConnect menyediakan fitur reminder jadwal pelajaran atau kelas dan tugas-tugas yang harus dikerjakan.

Aplikasi Ini Bantu Kebutuhan Sekolah  Foto: EdConnect


Supaya institusi pendidikan di manage secara lebih cerdas dan digital, EdConnect membuat versi enterprise yang sejauh ini sudah dipakai di tiga sekolah yakni SMP dan SMA Presiden, TK Julia Gabriel dan International Design School dengan total 1.200 murid yang menggunakannya.

Dalam versi enterprise, (selain semua fungsi yang ada di versi lite), kepala sekolah atau pemilik yayasan bisa mengelola sekolah dengan mudah, efisien dan paperless.

Misalnya, mereka bisa mengontrol keuangan sekolah dengan cepat, menganalisa jumlah siswa baru yang masuk di tiap jenjang pendidikan, mendisiplinkan murid dan guru lewat pantauan absensi, sampai menjadwalkan kelas dan mencocokkan dengan ketersediaan guru dan murid.

Aplikasi Ini Bantu Kebutuhan Sekolah  Foto: EdConnect


Jika mengandalkan sistem manual, perlu waktu sampai 2 bulan untuk mengurus semua kebutuhan tersebut, apalagi di tahun ajaran baru.

"Permasalahan yang terselesaikan setelah menggunakan EdConnect adalah data informasi siswa, guru, nilai dan lain-lain jadi lebih rapih. Membantu dan mempermudah user untuk melakukan pekerjaan," kata Imron Iswanto, petugas IT Infrastruktur dari President University.

Aplikasi Ini Bantu Kebutuhan Sekolah  Foto: EdConnect


Dengan semua fitur yang dirancang untuk membantu dan mempermudah mengelola sekolah, biaya yang dikenakan kepada sekolah dipatok Rp 10 ribu/kepala setiap bulan. Kalau rata-rata setiap sekolah (swasta) mempunyai 300 orang murid, maka sekolah tersebut berinvestasi sebesar Rp 3 juta per bulan. (rns/fyk)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed
  • Unik, Ada Go-Jek Bentor di Gorontalo

    Unik, Ada Go-Jek Bentor di Gorontalo

    Minggu, 27 Mei 2018 20:10 WIB
    Go-Jek kini telah resmi hadir di Gorontalo. Kehadiran layanan ini melalui kemitraan dengan para pengemudi becak motor atau yang sering disebut dengan bentor.
  • Ada Jutaan Anak Muda yang Diblokir WhatsApp

    Ada Jutaan Anak Muda yang Diblokir WhatsApp

    Minggu, 27 Mei 2018 19:03 WIB
    Jutaan pengguna WhatsApp tak bisa menggunakan layanan chat milik Facebook tersebut. Kebijakan pemblokiran ini diberlakukan bagi pengguna di bawah 16 tahun.
  • Leica Tutup Riwayat Kamera Ikonik M7

    Leica Tutup Riwayat Kamera Ikonik M7

    Minggu, 27 Mei 2018 17:07 WIB
    Seri M bisa dibilang adalah lini kamera jagoan buatan Leica. Umurnya pun terbilang panjang, seperti seri M7, yang pertama dirilis pada 2002 silam.
  • Palapa Ring Paket Tengah Hampir Rampung

    Palapa Ring Paket Tengah Hampir Rampung

    Minggu, 27 Mei 2018 16:16 WIB
    Menteri Kominfo Rudiantara menargetkan penggelaran kabel serat optik untuk Palapa Ring paket tengah akan selesai pada Agustus dan bisa beroperasi September.
  • Bitcoin Masih Jadi Favorit Para Kriminal

    Bitcoin Masih Jadi Favorit Para Kriminal

    Minggu, 27 Mei 2018 15:10 WIB
    Bagi yang berinvestasi Bitcoin harus waspada. Mata uang digital paling populer ini ternyata masih jadi primadona para pelaku kejahatan siber di seluruh dunia.
  • Bapak Android Belum Mau Menyerah

    Bapak Android Belum Mau Menyerah

    Minggu, 27 Mei 2018 14:06 WIB
    Essential kini ada di ujung tanduk. Sebab, pengembangan ponsel baru di bawah naungan bapak Android terancam dibatalkan, bahkan sampai perusahaannya mau dijual.
  • Akses 4G XL Tembus 376 Kota/Kabupaten

    Akses 4G XL Tembus 376 Kota/Kabupaten

    Minggu, 27 Mei 2018 13:02 WIB
    Selain memperluas akses jaringan 4G, operator seluler XL Axiata yang identik dengan warna biru itu juga melakukan perluasan jaringan 4,5G di 100 kota/kabupaten.