Rabu, 04 Okt 2017 09:32 WIB

Inggris: WhatsApp Sarang Penjahat dan Pedofil

Fino Yurio Kristo - detikInet
WhatsApp. Foto: GettyImages WhatsApp. Foto: GettyImages
London - Setelah diblokir di China, WhatsApp kini mendapat kritikan tajam dari pemerintah Inggris. Layanan messaging terbesar di dunia itu dikatakan sebagai sarang pedofil dan organisasi kriminal yang tak dapat terjangkau hukum.

WhatsApp memang tergolong layanan sangat aman dan terenskripsi, sehingga komunikasi hanya diketahui oleh kedua pihak yang berkirim pesan. Pemerintah pun kesulitan meminta informasi jika WhatsApp dimanfaatkan para penjahat.

"Kami mengetahui bahwa layanan enskripsi end to end seperti WhatsApp, dimanfaatkan oleh para pedofil," kata Meneteri Dalam Negeri Inggris, Amber Rudd yang dikutip detikiNET dari Reuters.

"Saya tak bisa menerima bahwa perusahaan bisa memungkinkan mereka dan penjahat lainnya beroperasi di luar jangkauan hukum. Kita harus mewajibkan industri bergerak cepat dan lebih agresif," tambahnya.

WhatsApp pun diminta membatasi ruang gerak para penjahat dengan maksimal. Rudd juga berharap perusahaan teknologi lain semacam Facebook, Google, Microsoft dan Twitter bergerak lebih cepat dalam menangkis materi ekstrimis.

Pihak WhatsApp pun memberikan tanggapannya. Mereka menyatakan sistem enskripsi di layanannya penting untuk keamanan. Tapi di sisi lain mereka berjanji akan membantu pemerintah.

"Setiap hari ratusan juta orang menggunakan WhatsApp untuk berkomunikasi satu sama lain, termasuk membagikan informasi personalyang sensitif. Enskripsi membantu semua komunikasi itu berjalan aman," tutur juru bicara WhatsApp.

"Eksploitasi anak-anak sama sekali tidak mendapat tempat di layanan kami. Itulah sebabnya kami bekerja sama dengan penegak hukum untuk mengidentifikasi akun semacam itu dan memblokirnya," lanjut dia. (fyk/fyk)
-
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed