Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Lawan Hoax, Gerakan Nasional Literasi Digital Digalakkan

Lawan Hoax, Gerakan Nasional Literasi Digital Digalakkan


Agus Tri Haryanto - detikInet

Foto: Gettyimages
Jakarta - Masifnya pembangunan infrastruktur teknologi di Indonesia, tak sebanding dengan peningkatan literasi digital. Dampaknya, hoax hingga cyber bullying merajalela di tengah masyarakat.

Atas dasar itu, Gerakan Nasional Literasi #Siberkreasi hadir untuk mengajak masyarakat dan komunitas aktif menyebarkan konten positif di dunia maya.

Ketua Umum Gerakan Nasional Literasi Digital #Siberkreasi Dedy Permadi mengatakan, keberadaan gerakan tersebut untuk mengatasi jarak antara pembangunan infrastruktur teknologi dan literasi digital yang cukup jauh.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sasarannya adalah generasi millennial yang sehari-hari terpapar dengan internet. Gerakan ini hadir untuk meningkatkan literasi digital agar melawan konten negatif seperti hoax, cyber bullying, sampai hate speech," ujarnya di Jakarta, Senin (2/10/2018).

Lawan Hoax, Gerakan Positif DigalakkanFoto: Agus Tri Haryanto/detikINET


Dia berharap, gerakan ini dapat melawan konten negatif dengan konten positif. Dijelaskan Dedy, perbedaan gerakan ini dengan sebelumnya adalah, gerakan ini dilakukan secara masif, sistematif, dan sinergis.

Sampai saat ini, sudah ada 37 organisasi dari berbagai instansi turut bergabung. Di samping itu, para influencer juga turut bergabung di gerakan ini, sehingga dapat mempengaruhi masyarakat akan pentingnya berbagi konten positif di internet.

Gerakan Nasional Literasi Digital #Siberkreasi ini juga didukung langsung oleh Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara. Ia mengungkapkan melawan konten negatif di internet memang harus dilakukan dari berbagai pihak secara bersama-sama.

"Pembangunan infrastruktur akan terus dilakukan, tapi hal itu harus dibarengi dengan memperhatikan konten. Sebab, kalau kapasitas dan pipanya terus diperbesar, tapi kontennya tak dikelola dengan baik malah akan menjadi bumerang," kata Rudiantara. (rns/rns)
TAGS







Hide Ads