"Awal tahun kemarin kami melakukan survei, dimana rata-rata usia pengguna GO-FOOD di kalangan muda," ujar Nadia Tenggara Head Of Business GO-FOOD saat ditemui detikINET di markas GO-JEK, Jakarta, Selasa (12/9/2017).
Aneka nasi, baik tradisional maupun rice bowl, menjadi urutan kategori menu makanan yang paling banyak dipesan pelanggan GO-JEK di GO-FOOD.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di urutan populer keduanya ada martabak, ayam, bebek, pizza dan pasta. Layanan GO-FOOD ini paling ramai dipesan pada akhir pekan.
"Layanan GO-FOOD juga paling ramai di waktu weekend mungkin karena orang-orang pada malas masak," tambah Nadia yang sudah bergabung dengan GO-JEK sejak 2015.
Diceritakan Nadia, bagaimana awal mula dibentuknya GO-FOOD. Saat itu layanan GO-JEK masih GO-RIDE, GO-SEND dan GO-SHOP. Dari GO-SHOP yang saat itu baru berjalan sebulan, ternyata 80% penggunanya menggunakan layanan tersebut untuk membeli makanan.
"Jadi dari situ kita memperbaiki customer experience-nya, mereka tidak perlu lagi repot menginput manual alamat dan nama toko lalu mencari menu di luar aplikasi," jelasnya
"Kami ingin mendigitalisasikan menu-makanan restoran tersebut dengan list, jadi kustomer bisa mencari restoran yang diinginkan, kemudian memilih menu yang tersedia untuk dibeli," papar Nadia lebih lanjut.
GO-FOOD yang diluncurkan pada Maret 2015, kini sudah memiliki 100 ribu merchant di 50 kota. Dari 100 ribu merchant itu, 20% di antaranya tempat yang paling banyak diorder merupakan franchise makanan.
Kemudian, 80% lainnya dari restoran kelas menengah seperti rumah makan Ruko, tenda-tenda. Keuntungan GO-FOOD sendiri berasal dari pembagian fee.
Lima kota terbesar penggunaan GO-FOOD pun ada di Jakarta, Surabaya, Bandung, Medan dan Bali. Meski demikian, kota-kota kecil lainnya juga punya berkontribusi, seperti Mataram, Purwokerto, Cirebon, dan lainnya. (rou/rou)