Selasa, 12 Sep 2017 19:52 WIB

Ini Kebiasaan Pelanggan GO-JEK Saat Order GO-FOOD

Josina - detikInet
Nadia Tenggara, Head Of Business GO-FOOD (detikINET/Josina) Nadia Tenggara, Head Of Business GO-FOOD (detikINET/Josina)
Jakarta - Dari survei yang dilakukan GO-JEK, 60% pengguna layanan online antar makanan GO-FOOD ternyata anak-anak muda. Di mana 35% di antaranya berada di rentang usia 18-25 dan 25% berusia 26-35 tahun.

"Awal tahun kemarin kami melakukan survei, dimana rata-rata usia pengguna GO-FOOD di kalangan muda," ujar Nadia Tenggara Head Of Business GO-FOOD saat ditemui detikINET di markas GO-JEK, Jakarta, Selasa (12/9/2017).

Aneka nasi, baik tradisional maupun rice bowl, menjadi urutan kategori menu makanan yang paling banyak dipesan pelanggan GO-JEK di GO-FOOD.

"Orang memesan makanan utama di lunch Dan dinner peak, paling popular kategori aneka nasi, ayam Dan bebek, pizza Dan pasta. Sedangkan kategori snacks, minuman, martabak laku sepanjang hari," ungkap Nadia yang sebelummya menjabat Head Of GO-MART.

Di urutan populer keduanya ada martabak, ayam, bebek, pizza dan pasta. Layanan GO-FOOD ini paling ramai dipesan pada akhir pekan.

"Layanan GO-FOOD juga paling ramai di waktu weekend mungkin karena orang-orang pada malas masak," tambah Nadia yang sudah bergabung dengan GO-JEK sejak 2015.

Diceritakan Nadia, bagaimana awal mula dibentuknya GO-FOOD. Saat itu layanan GO-JEK masih GO-RIDE, GO-SEND dan GO-SHOP. Dari GO-SHOP yang saat itu baru berjalan sebulan, ternyata 80% penggunanya menggunakan layanan tersebut untuk membeli makanan.

"Jadi dari situ kita memperbaiki customer experience-nya, mereka tidak perlu lagi repot menginput manual alamat dan nama toko lalu mencari menu di luar aplikasi," jelasnya

"Kami ingin mendigitalisasikan menu-makanan restoran tersebut dengan list, jadi kustomer bisa mencari restoran yang diinginkan, kemudian memilih menu yang tersedia untuk dibeli," papar Nadia lebih lanjut.

GO-FOOD yang diluncurkan pada Maret 2015, kini sudah memiliki 100 ribu merchant di 50 kota. Dari 100 ribu merchant itu, 20% di antaranya tempat yang paling banyak diorder merupakan franchise makanan.

Kemudian, 80% lainnya dari restoran kelas menengah seperti rumah makan Ruko, tenda-tenda. Keuntungan GO-FOOD sendiri berasal dari pembagian fee.

Lima kota terbesar penggunaan GO-FOOD pun ada di Jakarta, Surabaya, Bandung, Medan dan Bali. Meski demikian, kota-kota kecil lainnya juga punya berkontribusi, seperti Mataram, Purwokerto, Cirebon, dan lainnya. (rou/rou)
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed