Selasa, 12 Sep 2017 09:54 WIB

Chatbot Makin Dilirik, Kompetisi Line Creativate Digeber

Yudhianto - detikInet
Line Creativate. Foto: detikINET/Muhammad Alif Goenawan Line Creativate. Foto: detikINET/Muhammad Alif Goenawan
Jakarta - Dalam kurun waktu dua tahun terakhir, Indonesia diklaim telah melahirkan sejumlah chatbot berkualitas tinggi yang mampu memproses puluhan juta percakapan dalam bahasa Indonesia.

Sebagai informasi, chatbot merupakan suatu program berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence) yang mensimulasikan percakapan dengan manusia. Dengan chatbot, pemilik bisnis, perusahaan, dan institusi dapat melayani kebutuhan pelanggan kapan saja, di mana pun.

Layanan yang diberikan pun beragam, dari sekadar teman ngobrol, asisten belanja, hingga asisten perancangan keuangan pribadi. Seperti namanya, chatbot umumnya berjalan di atas aplikasi pesan singkat populer seperti LINE.

Bisa dibilang tren chatbot mendapatkan sambutan hangat di Indonesia. Memiliki lebih dari 74,9 juta pengguna smartphone, Indonesia diklaim merupakan pasar yang sempurna untuk chatbot. Apalagi hampir keseluruhan angka pengguna ini menggunakan aplikasi pesan singkat.

LINE yang memiliki lebih dari 90 juta pengguna di Indonesia juga tengah gencar-gencarnya mengembangkan ekosistem chatbot di Indonesia. Chatbot dianggap berperan sebagai solusi layanan yang praktis untuk pengguna.

"Semakin banyak aplikasi yang muncul di pasar membuat pengguna (terutama milenial) semakin enggan mengunduh terlalu banyak aplikasi untuk memenuhi semua kebutuhan mereka. Bahkan, diperkirakan 50% pengguna smartphone tidak lagi mengunduh aplikasi," ujar Yuanita Agata, Marketing Manager LINE Indonesia, dalam keterangannya.

Lebih lanjut, sejumlah bisnis ternama di Indonesia juga sudah mulai menggunakan chatbot untuk meningkatkan pelayanannya.

Awal tahun ini, LINE bekerjasama dengan startup kecerdasan buatan Kata.ai bersama dengan Unilever untuk memperkenalkan chatbot bernama Jemma untuk menjawab pertanyaan seputar busana, berita, dan tips kesehatan.

Hingga kini, Jemma telah membantu lebih dari 1,4 juta penggunanya menjawab lebih dari 30 juta pertanyaan.

LINE juga memfasilitasi chatbot VIRA dari BCA. Melalui Akun Resmi BCA di LINE, nasabah BCA bisa mendapatkan layanan serupa dengan mobile banking, mulai dari mengecek informasi dan mutasi rekening, mendaftar kartu kredit, serta menemukan ATM BCA terdekat.

Di samping itu, yang mungkin lebih familiar di kalangan pengguna adalah chatbot Bang Joni. Chatbot ini melayani kebutuhan keseharian masyarakat Indonesia, mulai dari pemesanan tiket pesawat dan kereta, hingga memesan layanan transportasi online dan mengecek cuaca.

Salah satu layanan chatbot yang juga cukup sukses di LINE adalah Teman Jalan, sebuah platform berbagi kendaraan (carpooling) berbasis chat untuk pelajar.

"Tidak hanya di Indonesia, tren pengembangan aplikasi pun sekarang sudah bergeser ke ranah chatbot. Semakin banyak bisnis juga memahami tren ini. Dari pengalaman kami, semakin banyak bisnis mulai dari perbankan hingga brand berorientasi konsumen yang menghampiri kami untuk mengintegrasikan layanan mereka dengan chatbot LINE," kata Yuanita.

Salah satu bentuk komitmen LINE untuk ikut membangun ekosistem chatbot tanah air adalah dengan diadakannya LINE Creativate, kompetisi unjuk kreativitas digital yang mencakup berbagai industri. Kompetisi ini juga didukung oleh Dicoding, sebuah platform komunitas yang mewadahi para pengembang aplikasi di Indonesia.

Saat ini LINE sudah mengadakan roadshow ke lebih dari 10 kota untuk mengedukasi developer tentang pengembangan chatbot di layanannya.

(yud/yud)
-
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed