Kamis, 07 Sep 2017 18:36 WIB

Bill Gates Ikut Marahi Donald Trump

Fino Yurio Kristo - detikInet
Bill Gates. Foto: Getty Images Bill Gates. Foto: Getty Images
Jakarta - Presiden Amerika Serikat Donald Trump kerap berseteru dengan para bos perusahaan teknologi. Yang terbaru adalah kontroversi soal program bagi imigran bernama Deferred Action for Childhood Arrivals (DECA).

DACA dimulai pada 2012 sejak pemerintahan Barack Obama. DACA membolehkan siapapun berusia di bawah 16 tahun yang datang ke AS menunda deportasi dan mendapatkan izin bekerja, di bawah sejumlah kondisi. Nah, Trump ngotot menghapus program ini sehingga ia menuai kritik.

Selain bos Facebook Mark Zuckerberg, pendiri Microsoft Bill Gates pun menyuarakan kritik dengan keras. Orang terkaya di dunia ini mengaku sangat kecewa dengan Trump.

"Aku sangat kecewa dengan keputusan untuk mengakhiri DACA. Ratusan ribu anak muda yang telah menempuh pendidikan di Amerika Serikat dan mematuhi aturan selama hidup mereka akan dipaksa hidup di bawah ancaman bahwa mereka akan dipisahkan dari keluarga, teman dan komunitasnya," tulis Bill di Facebook.

"Aku dan Melinda sangat terkesan dengan para dreamer yang bekerja di Microsoft, di yayasan dan program lain yang kami dukung. Mereka dibesarkan sebagai orang Amerika dan serius bertanggungjawab," paparnya.

Bill pun berharap parlemen AS bertindak. Yaitu dengan menyusun aturan yang permanen terhadap mereka agar dapat tinggal dengan tenang di AS.

"Amerika Serikat jadi lebih baik oleh orang-orang dari tempat lain yang datang ke sini untuk mendedikasikan talenta dan komitmen mereka memajukan negara kita. Kuharap Konggres secepatnya membuat aturan permanen yang memungkinkan para anak muda itu tinggal di sini tanpa ketakutan akan dideportasi," pungkas dia. (fyk/rou)
-
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed