Kamis, 07 Sep 2017 15:55 WIB

Kebijakan Trump Soal Imigran Dikecam Facebook dkk

Rachmatunnisa - detikInet
Foto: Internet Foto: Internet
Jakarta - Bos Facebook Mark Zuckerberg dan CEO perusahaan teknologi lainnya mendesak Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk mempertahankan salah satu program bagi imigran bernama Deferred Action for Childhood Arrivals (DECA).

Program ini memungkinkan anak-anak muda imigran yang tidak berdokumen, menunda deportasi mereka. Dikutip detikINET dari Fox News, Kamis (7/9/2017), Trump sepertinya akan mengakhiri program ini.

Dalam surat terbuka, Zuckerberg dan puluhan CEO lainnya menuliskan, "Jika kita tidak bertindak sekarang mempertahankan DACA, sebanyak 780 ribu anak muda pekerja keras akan kehilangan kemampuan mereka untuk bekerja secara legal di negara ini. Dan setiap satu orang dari mereka, berisiko segera dideportasi."

Para pemimpin bisnis ini pun mengingatkan akan dampak ekonomi yang besar dari program yang disebut juga sebagai 'Dreamers'. Semua penerima program DACA tumbuh dan terdaftar di pemerintahan AS, melewati pengecekan background yang panjang, taat aturan dan rajin membayar pajak penghasilan mereka.

"Lebih dari 97% bersekolah dan bekerja, 5% memulai bisnis dan 65% membeli kendaraan, serta 16% membeli rumah pertama mereka di sini. Setidaknya 72% dari Top 25 Fortune 500 Companies memiliki karyawan yang menerima program DACA," tulis mereka.

Surat ini merupakan sinyal bahwa Trump akan menghadapi reaksi keras dari korporasi AS, jika benar-benar mengakhiri program tersebut.

Selain Zuckerberg, mereka yang menandatangani surat ini adalah CEO Amazon Jeff Bezos, CEO Netflix Reed Hastings, CEO Apple Tim Cook, bos Electronic Arts Jacob Schatz, CEO interim Pandora Naveen Chopra, CEO Twitter Jack Dorsey, CEO Snap Evan Spiegel dan bos Univision Randy Falco.

Isu imigrasi sangat memukul Silicon Valley. Pasalnya, perusahaan teknologi sangat bergantung pada pekerja berbakat dengan keahlian teknologi tertentu dari negara lain. Zuckerberg sendiri kemudian mendirikan FWD.us, sebuah organisasi untuk reformasi imigrasi .

Untuk diketahui, DACA dimulai pada 2012 sejak pemerintahan Barack Obama. DACA membolehkan siapapun berusia di bawah 16 tahun yang datang ke AS menunda deportasi dan mendapatkan izin bekerja, di bawah sejumlah kondisi. Berakhir setiap dua tahun sekali, program ini pun perlu diperbarui. (rns/rou)
-
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed