Rabu, 30 Agu 2017 11:13 WIB

Mendikbud: Medsos Sudah Sangat Membahayakan

Muhammad Alif Goenawan - detikInet
Mendikbud Muhadjir Effendy saat berpidato (Foto: Muhammad Alif Goenawan/detikINET) Mendikbud Muhadjir Effendy saat berpidato (Foto: Muhammad Alif Goenawan/detikINET)
Jakarta - Maraknya peredaran konten negatif di media sosial (medsos) menjadi perhatian tersendiri bagi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy. Di depan anak-anak SMAN 1 Sabang, ia mengimbau untuk bijaksana dalam memanfaatkan teknologi informasi.

"Kita tahu pemanfaatan medsos sudah pada batas yang sangat membahayakan. Karena banyak berita hoax yang dilansir melalui medsos dan berisi tentang kebencian, berisi fitnah, dan hasutan yang itu kalau tidak hati-hati mengelolanya bisa merangsang ke arah perpecahan bangsa," ujarnya di Sabang, Aceh.

Pidato Muhadjir di depan anak-anak SMAN 1 Sabang ini terkait pemberian donasi kuota dalam Gerakan Donasi Kuota (GDK) yang dicanangkan oleh operator XL Axiata. Melalui gerakan donasi kuota ini, XL akan menyalurkan kuota untuk sekolah-sekolah yang berada di daerah 3T, yakni tertinggal, terdepan, dan terluar.

Tujuan penyaluran kuota ini tak lain untuk memfasiltasi anak-anak sekolah dengan internet yang diharapkan bisa digunakan untuk kebutuhan akademis. Seperti yang disampaikan oleh Muhadjir, semakin orang menguasai teknologi informasi, semakin dia memiliki peluang untuk menjadi orang yang terdepan, maju, dan berhasil di dalam persaingan global yang semakin ketat.

Mendikbud: Medsos Sudah Sangat Membahayakan Foto: detikINET/Muhammad Alif Goenawan


"Manfaatkanlah fasilitas yang telah diberikan ini sebaik-baiknya untuk kepentingan pembelajaran, untuk kepentingan administrasi sekolah, agar sekolah yang ada di Sabang ini tidak kalah dengan sekolah lain," ujar Muhadjir.

Tak lupa ia berpesan kepada anak-anak sekolah SMAN 1 Sabang untuk memanfaatkan teknologi informasi secara arif dan bijaksana "Tidak digunakan untuk berboros-boros, melakukan hal yang tidak perlu, apalagi melakukan hal-hal yang tidak terpuji yang hanya menambah dosa dan tidak menambah pahala," pungkasnya.

Sejak gerakan GDK dimulai pada tanggal 17 Agustus kemarin, sudah terkumpul 10,87 TB dari 450 ribu transaksi pembelian. Sekolah yang mendapat donasi kuota pun sudah berjumlah 900 sekolah dan akan mencapai target 1.000 sekolah sampai bulan Oktober 2017. (rns/fyk)